Jakarta, Harian Umum- Sejumlah aktivis yang tergabung dalam Gerakan Nasional Tolak Reklamasi (GENTAR) serbu kantor Gubernur DKI Jakarta guna persoalkan Kepgub nomor 237 tahun 2020 tentang reklamasi Ancol.
Dalam tuntutan nya, peserta aksi meminta Anies menghentikan proyek reklamasi Ancol. Menurutnya, reklamasi Ancol telah menggangu ketentraman hidup para petani dan nelayan.
"Hentikan reklamasi Ancol dan Anies mundur dari Jabatan nya," teriak salah satu orator di lokasi, Selasa (14/7).
Menurutnya, Anies tidak komitmen terhadap janji kampanye dalam hal pencabutan izin reklamasi tersebut. Kepgub tersebut tidak memiliki dasar hukum lantaran pembahasan nya belum tuntas.
"Raperda saja belum dibahas dan belum rampung, Anies malah mengeluarkan Kepgub. Ini krisis Good Governance," tambahnya.
Dalam aksi yang diwarnai dengan bakar ban dan pelemparan ikan ke kantor Gubernur, aktivis mahasiswa dari berbagai kampus ini juga sempat bersitegang dengan petugas kepolisian lantaran petugas mencoba memadamkan api tersebut.
Sahron, aktivis Gentra yang sekaligus orator aksi menyampaikan tuntutannya untuk memberhentikan komisaris PT. Ancol. Ia juga menyebut adanya dugaan kongkalikong antara Gubernur DKI Jakarta dengan salah satu komisaris PT. Ancol Jaya.
"Kita hari ini menolak reklamasi karena kita hari ini bukan aksi pertama kali, ini yang kedua. Pertama kita aksi hari selasa, dan hari ini kita kembali lagi didepan gedung balai kota dan kita menolak reklamasi. Dan komisaris ancol ini harus diberhentikan, karena kita mencium adanya kongkalikong antara Gubernur DKI Jakarta dengan komisaris yang ada di ancol," katanya. (hnk)







