Jakarta, Harian Umum - Ratusan orang yang terdiri dari tokoh, advokat, aktivis dan emak-emak yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Menggugat (ARM) dan Koalisi Nasional Perempuan Indonesia (KNPRI), Kamis (16/4/2026), menggelar mimbar rakyat di depan Gedung DPR RI.
Acara ini digelar untuk memperingati 1 Tahun Terbentuknya Tim Pemburu Ijazah Jokowi, yang aktivitas pertamanya adalah mendatangi UGM dan rumah Jokowi di Solo, Jawa Tengah, untuk mengklarifikasi keaslian ijazahnya.
Tokoh yang nampak hadir di antaranya Sri Bintang Pamungkas, Mayjen TNI (Purn) Soenarko, Bambang Tri Mulyono, Bunda Merry, dan Roy Suryo.
Empat dari lima tersangka ijazah Jokowi juga hadir dalam acara ini. Selain Roy Suryo, mereka adalah Kurnia Tri Royani, Rizal Fadillah dan Rustam Effendi.
Satu tersangka lagi, yakni Tifauzia Tyassauma, tidak terlihat hadir.
Acara yang dimulai sekitar pukul 15:00 WIB ini bertajuk "Bongkar Ijazah Palsu Jokowi, Adili Jokowi".
Selain membawa satu unit mobil komando dengan delapan toa atau pengeras suara, mass saksi juga membawa spanduk dan poster yang di antaranya bertuliskan "Indonesia terang bila Jokowi diadili", "Dosa Jokowi: Nepotisme, Dinasti Politik, Oligarki, Wapres Ijazah Bodong", "Reformasi Polri Ganti Kapolri", dan "Indonesia Terlalu Besar Untuk Dipimpin Wapres Suket".
Dalam orasinya, baik Roy Suryo, Kurnia Tri Royani, Rizal Fadillah maupun Rustam Effendi sempat menyinggung tiga tersangka yang telah berdamai dengan Jokowi, yakni Eggi Sudjana, dan Rismon Sianipar, dan mengatakan bahwa mereka tidak akan mengikuti jejak mereka.
Namun, dari tiga nama itu yang namanya disebut secara eksplisit adalah Rismon Sianipar.
"Kami akan terus mengejar. Sebelum ijazah yang asli hditunjukkan, kita takkan berhenti!" tegas Roy.
Dalam orasinya, aktivis Solo Handyani, mengaku kalau sebagai orang Solo dia malu kepada Jokowi.
"Bukan saja karena ijazahnya diduga palsu, tapi karena dia telah memporak-porandakan demokrasi dan merusak tatanan negara," katanya.
Sementara Bunda Merry menyinggung Presiden Prabowo Subianto yang sepertinya diam saja soal ijazah Jokowi.
"Masalah ijazah Jokowi ini telah membuat kegaduhan, membuat perpecahan, Anda, Prabowo, seharusnya bertindak untuk memberikan kepastian hukum, jangan biarkan polisi seperti takut menyentuh Jokowi!" katanya dengan suara menggelegar.
Aktivis berhijab asal Lampung ini mengakui kalau ia termasuk yang datang ke rumah Jokowi bersama Tim Pemburu Ijazah Jokowi tahun lalu, dan dia mengingatkan Jokowi kalau kala itu dia mengatakan bahwa dia akan memperlihatkan ijazahnya di pengadilan.
"Tapi pada sidang di Pengadilan Solo, Anda tidak perlihatkan ijazah itu!" katanya.
Orator yang lain rata-rata memberikan pandangan yang sama, bahwa ijazah Jokowi memang diduga palsu dan dia layak diadili karena sejak menjadi walikota Solo, gubernur Jakarta hingga presiden dua periode, Jokowi membohongi rakyat dengan ijazahnya itu. (rhm)


