Jakarta, Harian Umum - PT Penataran Angkatan Laut (PAL) Indonesia menyatakan tetap bertekad menyelesaikan pesanan kapal perang Filipina jenis Strategic Sealift Vessel (SSV) yang merupakan pesanan kedua Departemen Pertahanan Filipina tersebut meski para petingginya tersangkut kasus korupsi pengembalian komisi (kick back),
“Tapi kami tetap berkomitmen menyelesaikan program yang sudah dijalankan, Pengerjaannya lebih cepat dua bulan dari target Juni 2017” kata Manajer Humas PT PAL Bayu Witjaksono, Jumat, 31 Maret 2017.
Bayu mengatakan produksi kapal perang maupun niaga di galangan PT PAL tetap berjalan seperti biasa. Perseroan harus menjaga prosedur produksi agar proyek tidak terlambat serta menjaga kepercayaan mitra kerja.
“Semua proses aktivitas dan kegiatan produksi, harus berjalan lancar sesuai target. ,” kata Bayu.
Kapal perang SSV-2 merupakan hasil pengembangan yang dilakukan PAL Indonesia setelah SSV-1. Rencananya, kapal itu akan secara resmi diserahkan kepada Departemen Pertahanan Filipina pada akhir April 2017 dan dinamai Davao Del Sur, tempat kelahiran Presiden Filipinan Rodrigo Duterte.
Kini pengerjaan kapal SSV-2 memasuki tahap akhir pengerjaan. PT PAL melakukan serangkaian aktivitas familirisasi pengoperasian kapal kepada para calon awak kapal asal Filipina.
“Sejak beberapa pekan lalu, 119 kru kapal mulai komandan sampai anak buah kapal Filipina dikirim ke PT PAL,” ujarnya







