Jakarta, Harian Umum - Sebuah fakta mengejutkan viral di jagat maya terkait kapal tanker Gumsunoro, kapal milik PT Pertamina International Shipping (PIS) yang hingga kini masih tertahan di Teluk Persia karena belum diizinkan melewati Selat Hormuz oleh Iran.
Faktanya adalah, ternyata PIS tidak mempekerjakan satupun pelaut Indonesia di kapal itu, baik sebagai kru, anak buah kapal (ABK) maupun kapten, karena semua pelaut yang dipekerjakan PIS untuk kapal itu adalah orang India!
Fakta memprihatinkan itu antara lain diungkap pemilik akun TikTok @bj_darma, mengutip video seorang pelaut Indonesia yang bekerja di kawasan Timur Tengah, yang videonya juga terlihat wara Wiri di Instagram.
"Seorang pelaut Indonesia kaget, sekaligus syok gitu setelah mengetahui bahwasannya kapal yang tertahan di Selat Hormus, kapal Gumsunoro, itu ternyata krunya, ABK-nya kaptennya itu adalah orang aasing, bukan orang Indonesia. Ternyata setelah di kontak melalui radio, itu krunya adalah orang India," kata @bj_darma sebagai pengantar video TikTok-nya, dikutip Senin (21/4/2026).
Ia lalu mengajak penonton untuk menyaksikan video si pelaut yang membongkar kalau awak kapal Gumsunoro semuanya orang asing.
Lalu muncul sebuah gambar yang memperlihatkan data dalam sebuah monitor tentang arus lalu lintas maritim yang sepertinya berada di Teluk Persia, di mana Gumsunoro hingga kini tertahan akibat penutupan Selat Hormuz oleh Iran.
'Kapal Pertamina Gumsonoro, hari ini ya tanggal 18 bulan 4 tahun 2026, kapal masih berlabuh jangkar, posisinya ada di sana (gambar memperlihatkan sebuah kapal tanker yang nampak di kejauhan) ... Coba kita cek ... Itu adalah kapalnya, tulisannya 'Pertaminya'," terdengar sebuah suara.
Muncul seorang pria muda berseragam oranye. Ia mengatakan akan menghubungi kru kapal itu.
"Coba kita tanya krunya, keadaannya gimana,' kata dia.
Ia lalu melakukan kontak dengan kru Gumsonoro melalui telepon radio.
"Kapal Motor Tanker Gumsunoro, Kapal Motor Tanker Gumsunoro .....Over ..., yes can you go down zero six, please .. yes, good afternoon, Sir, i just want to know first where are you from? From India or Indonesia?" tanyanya.
Terdengar jawaban; "Oh Indian crew . Owner is Indonesia ..."
"Oh, i see, all the crew from India?" tanya pelaut Indonesia lagi.
"Yes ..."
Pelaut itu bertanya apakah tidak ada pelaut Indonesia di Gumsonoro?
"Negative, no Indonesia, all Indian ..."
Pelaut Indonesia itu mengaku syok karena tak menyangka kapal tanker Indonesia seluruh krunya orang India
"Syok pasti, gue juga syok, karena gue berharap itu ada orang Indonesia, netizen pun banyak yang nanya; Bang, gimana keadaannya di sana? Baik-baik saja apa nggak? Makanannya gimana? Dan lain-lainnya," katanya.
"Kita turut prihatin, karena gue berpikir awalnya (kru kapal itu) orang Indonesia, gue excited di awal, gue calling, eh ternyata dari keterangan video tadi yang kalian tonton, nggak ada editan, itu murni percakapan gua," katanya.
Pelaut muda itu mengaku sengaja tidak melakukan kontak terlalu lama, karena takut netizensakit hati.
"Bahkan kalau gua lanjutin pun takutnya kalian sakit hati, karena nadanya (nada pelaut India yang dikontak, red) lumayan mengejek, kayak ya lu perusahaan Indonesia, tapi krunya full India, gitu, dan sebagai putra bangsa pasti kecewa karena kalau nggak ada pelaut Indonesia, oke, fine begitu, berarti nggak ada orang (Indonesia) yang sanggup membawa kapal itu," katanya.
Ia pun mengungkap sebuah data yang seharusnya pelaut Indonesia tidak dipandang sebelah mata oleh PIS.
"Masalahnya gini; Indonesia itu memiliki sekitar 1,4 juta pelaut dan kita itu ada di urutan ke-3 dunia untuk non perwira, dan urutan ke-4 apa ke-5 untuk perwira dunia. Artinya, kita punya nama di seluruh dunia. (Pertamina) perusahaan BUMN milik negara, pajak dari negara dan lain-lain, tapi lu kasih makan negara luar," katanya.
Menurut dia, tak masalah kalau kru itu di-mix di mana sebagian orang Indonesia atau sebagian orang India.
"Masalahnya, di sana satupun nggak ada itu," katanya.
Ia pun mengungkap fakta lain yang menyedihkan tentang Indonesia.
"Inilah alasan kenapa anak-anak bangsa (kita) itu pada cabut cuy, mencari rezekinya di luar negeri, karena ibarat kata negara pun bahkan tidak menghargai skill-nya mereka,. Pelaut Indonesia itu, untuk perwira, itu ratusan ribu kapten, ribuan pelaut yang sanggup membawa kapal itu, kenapakita harus orang lain?" katanya
Ia mengaku speechless dan berharap Presiden Prabowo Subianto membenahi hal ini.
"Gue berharap ini diperbaiki ya, karena Pak Presiden, Anda kan antiasing ya, secara tidak langsung ini adalah penjajahan ... Gure speechless lah untuk mengungkapkan rasa kekecewaan gue," katanya.
Seperti diketahui, ada dua kapal Pertamina yang tertahan di Teluk Persia, selain Gumsonoro, kapal Pertamina yang juga tertahan di Teluk Persia adalah Pertamina Pride.
Gumsonoro merupakan kapal Pertamina yang melayani kargo milik konsumen pihak ketiga (third party). (rhm)







