Jakarta, Harian Umum - Kasus mantan Wamenaker di Kementerian Expo di ICE BSD, Tangerang, Banten, Kamis (28/8/2025).
Presiden mempertanyakan, apakah Noel tidak ingat anak dan istrinya ketika memutuskan terlibat dalam kasus itu? Apalagi karena saat dirinya ditampilkan kepada pers saat kasusnya dirilis KPK, tangan salah satu relawan Jokowi Mania (Joman) itu diborgol.
"Apakah tidak ingat istri dan anaknya? Kalau tangannya diborgol pakai baju oranye, apa tidak ingat anak dan istrinya?" tanya Presiden seperti dikutip dari YouTube Setpres.
Prabowo juga mengaku malu atas perbuatan Noel, karena dia merupakn anggota Partai Gerindra, meski belum menjadi kader partai yang dibesutnya itu. Dan Noel juga merupakan anggota Kabinet Merah Putih pertama yang ditangkap KPK di masa pemerintahannya.
"Dia anggota (Partai Gerindra), dia belum kader. Kalau kader itu ikut pendidikan. Aduh, dia enggak keburu ikut kaderisasi. Tapi tetap, tetap saya agak malu saya," kata Presiden.
Namun, Presiden juga mengaku kalau di sisi lain, ia juga merasa kasihan kepada Noel, karena Noel adalah orang yang menarik.
"Sebetulnya orangnya itu menarik, mungkin dia khilaf. Saya kasihan kadang-kadang, tapi apa boleh buat," katanya.
Lebih lanjut Prabowo menyatakan bahwa ia sudah berpesan kepada menteri-menterinya untuk menghindari korupsi, dan ia telah mengatakan itu berkali-kali di setiap kesempatan, di setiap pidato, bahkan sejak sebelum ia dilantik menjadi presiden pada Oktober 2024.
Ia tegas mengatakan tidak akan melindungi anggota partai yang terlibat korupsi.
"(Saya) dapat laporan dari Jaksa Agung, dapat laporan dari penegak-penegak hukum lain, 'Pak, datanya begini, Pak'. PPATK laporan. Saya ingatkan, tapi kadang-kadang khilaf manusia itu, mungkin," tandasnya.
Seperti dineritakan sebelumnya, Noel terseret kasus pemerasan pengurusan sertifikat K3 karena ia tahu ada kasus itu, akan tetapi alih-alih menghentikan, dia malah minta bagian.
KPK menyebut, Noel mendapat satu unit motor Ducati dan uang Rp3 miliar dari IMB, salah satu peakuu kasus itu yang juga pejabat di Kemnaker.
Total ada 11 tersangka dalam kasus yang merugikan negara hingga Rp81 miliar tersebut, di mana 9 merupakan pejabat Kemnaker, termasuk Noel, dan dua dari perusahaan jasa K3.
Modusnya, dari biaya oembuatan sertifikat K3 hanya Rp275.000, dimark up jadi Rp6 juta, dan pengusaha yang tidak mau membayar sejumlah itu, maka pengurusannya akan diperlambat, dipersulit, bahkan tidak diproses sama sekali.
Pemerasan ini sudah berlangsung sejak 2019, sementara Noel dilantik menjadi Wamenaker pada Oktober 2024. Dia menerima Rp3 miliar dari IMB pada Desember 2024. (man)







