Jakarta, Harian Umum - Sebuah perusahaan analitik yang memantau aliran energi global mengatakan, pergerakan kapal tanker minyak Iran terus berlanjut beberapa hari setelah angkatan laut AS memblokade perairan Iran.
Menurut data pelacakan minyak Vortexa, perusahaan tersebut mencatat 34 pergerakan kapal tanker yang dikenai sanksi oleh AS dan terkait Iran, masuk dan keluar dari kawasan Teluk dalam seminggu setelah AS memberlakukan blokade tersebut.
Perusahaan tersebut bahkan mengatakan telah mengidentifikasi 19 pergerakan kapal keluar dan 15 pergerakan kapal masuk antara 13 April hingga Senin (20/4/2026).
"Enam dari kapal tanker yang keluar tersebut dipastikan membawa minyak mentah Iran, yang mewakili sekitar 10,7 juta barel,"kata Vortexa dalam sebuah email kepada Associated Press (AP) dikutip dari Al Mayadeen, Kamis (23/4/2026).
Pada 12 April, Presiden AS Donald Trump mengumumkan pemberlakuan blokade angkatan laut terhadap kapal-kapal yang mencoba masuk atau keluar dari Selat Hormuz, yang meningkatkan ketegangan di koridor energi vital tersebut.
Terlepas dari langkah-langkah ini, banyak kapal komersial Iran, yang sebagian besar membawa gas cair dan minyak mentah, terus melewati selat tersebut, menuju pelabuhan di Tiongkok, India, dan tujuan lainnya.
Pada Selasa (21/4/2026), Angkatan Darat Iran mengumumkan bahwa sebuah kapal tanker minyak Iran berhasil memasuki perairan teritorial negara itu setelah melintasi Laut Arab, meskipun ada peringatan dan ancaman berulang kali yang dikeluarkan oleh angkatan laut AS.
Dalam sebuah pernyataan, kantor humas Angkatan Darat Iran mengkonfirmasi bahwa kapal tersebut dikawal dan diamankan oleh Angkatan Laut, memastikan perjalanannya yang aman ke perairan Iran. Angkatan Darat menekankan bahwa operasi tersebut dilakukan di bawah perlindungan angkatan laut penuh, memungkinkan kapal tanker untuk menyelesaikan perjalanannya tanpa insiden.
Pernyataan tersebut menambahkan bahwa kapal tanker tersebut telah berlabuh di salah satu pelabuhan selatan Iran, di mana kapal tersebut telah berada selama beberapa jam setelah kedatangannya.
Selain itu, pada hari Senin (20/4/2026), Kantor Berita Tasnim Iran melaporkan bahwa sebuah kapal kargo Iran berhasil melintasi Selat Hormuz, menentang blokade maritim yang diberlakukan AS yang menargetkan jalur pelayaran Iran.
Menurut kantor berita tersebut, kapal tersebut melintasi jalur air strategis tersebut meskipun ada pembatasan yang diberlakukan. (man)





