Jakarta, Harian Umum- Polemik siapa yang bakal menggantikan Sandiaga Uno sebagai wakil gubernur (Wagub) DKI Jakarta, agaknya bakal selesai 4 Desember 2018.
Pasalnya, pada hari itu DPW PKS DKI Jakarta mengundang DPD Gerindra DKI Jakarta untuk membahas masalah ini, termasuk soal Badan Seleksi Wagub yang pada pertemuan 5 November 2018 sempat disepakati untuk dibentuk.
"Tanggal 4 (Desember) nanti PKS ngundang Gerindra untuk membahas masalah Wagub. Insya Allah hari itu bisa clear," kata Ketua Dewan Syariah Wilayah PKS, Abdurrahman Suhaimi, kepada harianumum.com di Gedung Dewan, Jakarta Pusat, kemarin.
Ketika ditanya apakah persoalan yang dibahas termasuk soal pembentukan Badan Seleksi Wagub? Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta itu mengiyakan.
Seperti diketahui, Sandiaga Uno mundur dari jabatan Wagub DKI karena menjadi Cawapres untuk Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Pilpres 2019. Sesuai UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemda, pengganti Sandi adalah kader dari partai pengusung saat Pilkada, dalam hal ini PKS dan Gerindra.
Pada pertemuan 19 September 2018 antara Presiden PKS Sohibul Iman dengan Prabowo dikediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, disepakati kalau pengganti Sandi adalah kader dari PKS, namun DPD Gerindra DKI berkeinginan yang menjadi Wagub adalah ketuanya yang saat menjabat sebagai wakil ketua DPRD DKI, yakni M Taufik.
Pada pertemuan 5 November di kantor DPD Gerindra DKI di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Gerindra mengalah dan menyerahkan kursi Wagub kepada PKS, namun meminta dibentuk Badan Seleksi Wagub karena keberatan pada dua nama yang telah disiapkan PKS, yakni mantan Walikota Bekasi Ahmad Syaikhu dan Sekretaris DPW PKS DKI Agung Yulianto. Gerindra ingin ada kader PKS lain yang diajujan, di antaranya Triwisaksana yang saat ini menjabat sebagai wakil ketua DPRD. PKS setuju. Badan Seleksi dibentuk, namun PKS tetap akan mengajukan dua nama tersebut karena keduanya dipilih setelah melalui seleksi internal yang ketat.
Sikap PKS ini membuat Gerindra meradang karena sesuai UU Pemda, partai pengusung hanya mengajukan dua nama untuk dipilih salah satunya sebagai pengganti Sandi oleh DPRD. Jika PKS tetap mengajukan Syaikhu dan Agung, maka pembentukan Badan Seleksi tak ada gunanya.
Gerindra pasrah
Kepada pers di Jakarta, Rabu (28/11/2018) malam, M Taufik mengaku sudah tidak mau pusing dengan urusan ini, dan akan berkonsentrasi penuh pada Pilpres dan Pemilu untuk memenangkan Prabowo-Sandi.
“Saya kira agenda memenangkan Prabowo-Sandi di Pilpres dan memenangkan Gerindra di ajang Pemilu jauh lebih penting ketimbang pusing ngurusin kursi Wagub,” ujar ketua DPD Gerindra DKI Jakarta yang juga ketua Pemenangan Prabowo-Sandiaga di Jakarta itu.
Ia mengaku, Gerindra sebenarnya sudah berusaha agar proses pemilihan Wagub berlangsung cepat, karena baik partainya maupun PKS telah sama-sama sepakat untuk membentuk Badan Seleksi Wagub, dan ia mengaku hersn karena PKS kemudian menolak pembentukan badan itu.
Karena itulah, Taufik mengaku, pihaknya sudah tak mau lagi meributkan soal kursi Wagub DKI. (rhm)







