Teheran, Harian Umum - Keputusan Iran untuk tidak lagi berunding dengan Amerika Serikat (AS) terkait upaya melakukan gencatan senjata dan menghentikan perang, tidak berubah.
Iran.kecewa dan marah kepada negara adidaya itu, karena meski Selat Hormuz telah dibuka seiring tercapainya gencatan senjata antara Lebanon dan Israel, akan tetapi AS tetap saja memblokade perairannya, dan bahkan menembak dan menyita Kapal Touska, kapal kargo Iran yang sedang berlayar di Laut Oman dalam perjalanan dari China ke Iran.
"Keputusan Iran untuk tidak berpartisipasi dalam putaran negosiasi lain yang dimediasi Pakistan dengan Amerika Serikat, belum berubah hingga saat ini," kata Tasnim News Agency mengutip sumber terpercayanya, Selasa (21/4/2026).
Kantor berita semi-resmi Iran itu juga mengabarkan bahwa Iran bergeser dari sikapnya meski Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa Wakil Presiden J.D. Vance dan anggota tim negosiasi Amerika lainnya sedang dalam perjalanan ke Pakistan.
"Iran hanya akan bernegosiasi jika AS memenuhi syarat tertentu yang diajukan Iran," imbuh Tasnim.
Informasi yang diterima oleh koresponden Tasnim memastikan bahwa masalah blokade laut merupakan hambatan mendasar dalam pembicaraan, dan masalah ini telah disampaikan kepada mediator Pakistan, dengan mediator Pakistan mengatakan hari ini bahwa ia telah membahas masalah tersebut dengan Trump.
Blokade itulah yang membuat AS menembak dan menyita Kapal Touska, karena kapal itu dianggap telah melanggar blokade.l
Selain masalah blokade, Iran juga tak ingin kembali bernegosiasi, karena pada negosiasi tanggal 11 April lalu, AS mengajukan tuntutan yang berlebihan yang ditolak Iran, sehingga negosiasi itu gagal.
Karena hal-hal tersebut, Iran percaya bahwa selama AS memandang masalah ini secara tidak realistis dan mendekati meja perundingan dengan kesalahan perhitungan yang sama yang menyebabkan kekalahan telak AS di arena militer, perundingan hanya akan menjadi buang-buang waktu dan Iran tidak akan ikut serta dalam proses yang sia-sia ini.
"Oleh karena itu, sampai beberapa hambatan mendasar dihilangkan dan terbentuk cakrawala yang jelas untuk mencapai kesepakatan yang dapat diterima oleh Teheran, Iran tidak akan melihat adanya alasan yang mendsari untuk berpartisipasi dalam perundingan yang diinginkan Amerika," imbuh Tasnim.
Hal lain yang digarisbawahi Iran, menurut Tasnim, karena Iran juga menyadari kemungkinan adanya skenario yang disebutkan oleh beberapa media tentang perundingan itu merupakan tipu daya AS.
"Saat ini Iran siap untuk konfrontasi militer dan menghukum AS lagi," pungkas Tasnim. (man)


