Jakarta, Harian Umum - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) masih saja dikeluhkan masyarakat akibat pelayanan yang dinilai masih buruk.
Hal ini terungkap dalam acara "Reses Kedua-2017, Serap Aspirasi" yang diselengarakan Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Abdurahman Suhaimi di kediamannya di kawasan Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Kamis (8/6/2017).
"Dari apa yang disampaikan masyarakat kepada kami, terutama ketika saya reses di Kramat Jati, Pondok Bambu dan Jatinegara (semuanya di Jakarta Timur), salah satu yang dikeluhkan warga adalah masih buruknya pelayanan BPJS. Tapi saat reses di sini tadi (di Pondok Kelapa), keluhan itu tidak muncul," kata Suhaimi kepada harianumum.com.
Ia menjelaskan, buruknya pelayanan BPJS menurut warga adalah, karena selain pelayanan yang bertele-tele, juga tak jarang warga yang telah mengantre sejak pukul 03.00 WIB, tak terlayani karena jam buka BPJS sudah habis.
"BPJS perlu meningkatkan pelayanan dengan meningkatkan sistem dan mekanisme pelayanan dengan lebih baik. Jika pelayanannya terus seperti ini, meski ini program pemerintah, bukan mustahil akan ditinggalkan," katanya.
Selain masalah BPJS, Suhaimi menjelaskan kalau keluhan yang disampaikan warga beraneka ragam, dan umumnya sesuai dengan kondisi wilayah dimana warga tinggal.
Ia mencontohkan warga Kramat Jati yang mengeluh karena selalu dilanda banjir, dan juga kemacetan yang selalu saja terjadi di depan Pasar Kramat Jati.
Sementara warga Pondok Kelapa mengeluhkan soal taman dan maraknya begal yang dapat mengancam jiwa mereka.
"Persolan lain yang disampaikan juga menyangkut masalah pendidikan, kesehatan, dan lain-lain. Di antara keluhan itu ada yang bersifat situasional saja, seperti keluhan warga Pondok Kelapa soal begal," katanya.
Ia memastikan semua aspirasi yang terserap ini akan dilaporkan secara formal kepada pimpinan Dewan agar dapat dibawa ke sidang paripurna, dan kemudian ditindaklanjuti oleh eksekutif (Pemprov DKI).
Ia berharap, aspirasi yang penindaklanjutannya membutuhkan anggaran, dapat masuk dalam APBD, sehingga keluhan warga dapat teratasi.(rhm)







