Islamabad, Harian Umum - Perundingan gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat (AS) di Islamabad, Pakistan, pada Sabtu dan Minggu (12-13/4/2026), gagal, sehingga perang yang dikobarkan AS dan Israel terhadap Iran sejak 28 Februari lalu berpotensi berlanjut, bahkan bisa lebih sengit.
Wakil Presiden AS JD Vance yang memimpin delegasi AS dalam perundingan selama 21 jam itu, mengatakan bahwa perundingan gagal karena ulah Iran.
"Vance menuduh bahwa meski pihaknya datang dengan "fleksibilitas yang signifikan", akan tetapi Iran memilih untuk tidak menerima persyaratannya. Padahal, proposal yang dibawa AS adalah "metode pemahaman yang merupakan tawaran terakhir dan terbaik dari AS," kata Al Mayadeen, Minggu (12/4/2026).
Namun, Iran justru mengatakan sebaliknya. Delegasi Iran yang dipimpin Ketua Parlemen Mohammad Baqer Qalibaf mengatakan, perundingan gagal karena Iran mengajukan permintaan yang berlebihan.
"Tim Iran mencoba mendorong pihak Amerika untuk mencapai kerangka kerja bersama dengan menawarkan berbagai inisiatif, tetapi keserakahan Amerika akan tuntutan yang berlebihan telah menjauhkan mereka dari rasionalitas dan realisme," kata media Iran, Tasnim News Agency.
Apa sebenarnya yang dituntut AS, sehingga dianggap berlebihan oleh Iran?.
Sejumlah aku X mengungkapnya.
Berikut cuitan @Its_ereko:
"BERITA TERBARU: Perundingan perdamaian AS-Iran di Islamabad telah GAGAL setelah 21 jam.
Berikut alasan kegagalan kesepakatan tersebut:
Iran datang untuk bernegosiasi. AS datang untuk mendikte. Iran menginginkan kepercayaan. AS menginginkan penyerahan diri. Iran mengingat janji-janji yang telah dilanggar selama beberapa dekade. AS menawarkan janji lain.
JD Vance mengatakan Iran menolak "tawaran terakhir dan terbaik" Amerika tentang senjata nuklir dan mengakhiri perang. "Kami pergi dengan kabar buruk," akunya.
Tawaran terakhir itu bukanlah tawaran terakhir. Itu adalah ultimatum. Iran tidak menanggapi ultimatum. Iran menanggapi rasa hormat. Tidak ada rasa hormat di sana.
Selat Hormuz tetap kacau. Harga minyak kembali melonjak. AS terjebak. Iran masih bertahan.
Kesepakatan itu gagal karena AS tidak dapat menerima dunia multipolar. AS masih berpikir ini tahun 1990-an. Iran tahu ini tahun 2026. Kesenjangan itu tidak dapat dijembatani dalam 21 jam. Atau 21 tahun".
Cuitan @jacksonhinklle:
"Perundingan AS-Iran di Islamabad GAGAL karena tuntutan Amerika berikut:
❌ Mengakhiri semua pengayaan uranium selama 20 tahun
❌ Membongkar semua fasilitas pengayaan nuklir
❌ Iran harus menyerahkan semua uranium yang sangat diperkaya
❌ Menolak untuk menerapkan kesepakatan perdamaian regional
❌ Mengakhiri dukungan kepada Hizbullah, milisi Irak & Houthi
❌ Iran harus sepenuhnya membuka Selat Hormuz & membatalkan bea masuk
❌ Melepaskan hanya "sebagian" dari dana Iran yang dibekukan
Trump mencoba meraih kemenangan di meja perundingan, setelah GAGAL menang di medan perang...".
(rhm)


