Jakarta, Harian Umum- Dalam rangka memeriahkan HUT ke-491 Kota Jakarta, manajemen Taman Impian Jaya Ancol menggratiskan tiket masuk pada 25 Juni 2018, mulai pukul 06:00 hingga pukul 18:00 WIB.
Namun tiket gratis ini hanya berlaku untuk pengunjung, sementara untuk kendaraan tetap membayar sesuai ketentuan.
"Kami ingin menambah kemeriahan HUT Jakarta ke 491 dengan akses gratis selama satu hari kepada pengunjung Ancol dan menampilkan Kampung Budaya Betawi," kata Direktur Utama Taman Impian Jaya Ancol, Paul Tehusijarana, di Jakarta, Rabu (20/6/2018).
Kampung yang berada di area Pasar Seni tersebut diresmikan Wagub Sandiaga Uno pada 14 Juni 2018 lalu, dan tak hanya menjadi pusat atraksi kesenian Betawi, namun juga penjualan kuliner dan cenderamata khas Betawi.
Di kampung ini pengunjung juga dapat bernostalgia dengan nuansa Betawi tempo dulu dan menambah wawasan karena di sini juga terdapat galeri yang memamerkan sejarah nama-nama kelurahan dan kecamatan di seluruh penjuru Ibukota yang dikemas dalam wall of frame galeri North Art Space Pasar Seni.
Atraksi kebudayaan Betawi yang ditampil di kampung ini antara lain Lenong Betawi, Gambang Kromong, dan Palang Pintu Betawi.
Dekorasi yang menghiasi kampung ini di antaranya ondel-ondel.
Selama perayaan HUT ke-491 Kota Jakarta, pada 22 Juni 2018 di Kampung Budaya Betawi juga diselenggarakan acara talk show sejarah Betawi, dan dilanjutkan Explore Ondel-Ondel yang menampilkan parade dengan peserta lebih dari 100 orang, terdiri dari 50 ondel-ondel, musik tanjidor, Abang None yang menaiki delman, pengantin Betawi, penari Betawi, dan pencak silat.
Parade ditutup dengan aneka lomba antar ondel-ondel, seperti sepak bola ondel-ondel dan ondel-ondel memindahkan bola, serta flash mob tarian Betawi pada 23 Juni 2018.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan tribute Benyamin Sueb oleh grup band Biang Kerok di panggung terapung (floating stage), Pantai Lagoon Ancol.
"Kami berharap masyarakat Jakarta dan pengunjung dapat menikmati seluruh rangkaian acara yang diberikan dan menambah rasa cinta terhadap budaya asli Jakarta," pungkas Paul. (man)




