Jakarta, Harian Umum - Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Paul Tehusijarana mengatakan rencana menggratiskan masuk pantai Ancol belum dapat dilaksanakan pasalnya akan ada sejumlah masalah yang muncul apabilan keinginan itu ingin diwujudkan.
"Selain masalah keuangan, yang bisa timbul adalah masalah hukum, Karena Ancol adalah perusahaan Tbk yang terdiri dari pemegang saham ada rambu-rambu yang harus kami ikuti” ujar Paul di kawasan Ancol Barat, Jakarta Utara, Kamis, 12 Oktober 2017.
Paul mengatakan, dengan status perusahaan terbuka, manajemen Ancol harus memperhatikan kepentingan pemegang saham. Pertimbangan tersebut harus disampaikan dalam rapat umum pemegang saham (RUPS). Apalagi sejak pertama kali dikelola PT Pembangunan Jaya Ancol, pihaknya tidak pernah menggratiskan pengunjung.
“Di mana-mana pantai bayar kok, walaupun pantai alam. Apalagi ini bukan pantai alam," ujar Paul.
Paul menambahkan, masalah sosial dan keamanan mungkin akan timbul setelah masyarakat bebas masuk Pantai Ancol. Padahal pengelola dituntut untuk memberikan pelayanan yang baik bagi masyarakat.
“Masalahnya semua itu membutuhkan banyak biaya,” katanya.
Gubernur Djarot Saiful Hidayat pernah mengusulkan agar masuk Ancol gratis itu dikompensasikan dengan menaikan tarif parkir. Namun menurut perhitungan Paul, sistem itu tetap tidak mampu menutupi biaya operasional.
"Tetap tidak mungkin untuk meng-cover cost-nya Ancol,” kata dia. “Banyak biayanya, mulai perawatan, gedung semuanya lah."
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik setuju mengaminkan pernyataan Gubernur DKI Jakarta yang telah kalah dalam pilkada Jakarta tersebut jika akses ke pantai Ancol digratiskan untuk masyarakat Jakarta.
Menurut dia, PT Pembangunan Jaya Ancol tidak akan rugi jika menggratiskan akses masuk ke pantai.
"Rakyat Jakarta ini enggak dapat menikmati pantai publik. Makanya di pulau reklamasi itu saja 10 persen jadi buat area publik. Saya kira Ancol enggak akan rugi," ujar Taufik di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih.
Taufik mengajak PT Pembangunan Jaya Ancol untuk buka-bukaan soal pendapatan yang hilang jika akses masuk ke pantai digratiskan. Menurut dia, dengan banyaknya wahana yang ada di dalam, Taufik yakin Ancol tidak akan rugi.
"Kan itu cuma masuknya doang yang diminta gratis. Di dalamnya dia bayar lagi masuk wahana kan," kata Taufik.
Jika PT Pembangunan Jaya Ancol tidak bisa menggratiskan pantai untuk warga Jakarta, Taufik meminta mereka minimal menggratiskan untuk warga Jakarta Utara.
Warga Jakarta Utara yang memang tinggal di wilayah yang sama dengan Ancol tinggal menunjukan KTP saja.
"Kalau dia agak berat nih untuk warga Jakarta, ya sudah untuk Jakarta Utara saja deh," kata Taufik.







