Jakarta, Harian Umum- Ribuan orang dari Jakarta dan sekitarnya, Minggu (31/3/2019), menghadiri Maulid Nabi Muhammad SAW dan haul ke-16 almarhum HM Arsyad Mualim, tokoh masyarakat Betawi yang juga pendiri Yayasan Perguruan Islam (YPI) As Sa'adah, Jakarta Timur.
Di antara yang hadir adalah Walikota Jakarta Timur HM Anwar beserta jajarannya yang terdiri dari camat, lurah dan asisten; para habaib, seperti Habib Ali bin Abdul Assegaf, Habib Ali bin Abdul Rahman Kwitang Al Habsi, dan Habib Hasan Al Atos Khalifah dari Empang, Bogor; para ulama dan kyai, di antaranya Ketua MUI DKI Jakarta KH Munahar Muchtar; dan jamaah pengajian dari berbagai majelis ta'lim di Jakarta Timur, di antaranya dari majelis ta'lim di Kecamatan Jatinegara dan Duren Sawit.
"Haul seperti ini kita selenggarakan setiap tahun," kata Munir Arsyad, salah satu putra almarhum yang saat ini menjadi pimpinan YPI As Sa'adah.
Acara yang digelar di Masjid As Sa'adah, Jalan Swakarsa 1B, Pondok Kelapa, Jakarta ini diisi dengan pembacaan ayat suci Al Qur'an, tahlil, sambutan dari Walikota Jakarta Timur HM Anwar, dan tausyiah dari beberapa habaib serta ulama dan kyai yang hadir.
Dalam amanahnya, Ketua MUI DKI Jakarta KH Munahar Muchtar mengingatkan bahwa bagi penganut ahlussunah waljamaah, menyelenggarakan haul merupakan hal yang cukup penting.
"Mengapa haul? Agar orang ingat pada kematian," katanya.
Ia pun lalu menjelaskan tentang satu hadist yang mengisahkan tentang sahabat yang bertanya kepada Rasulullah tentang kecerdasan.
Sahabat bertanya; Ya, Rasulullah, siapa sajakah orang yang cerdas itu?
Rasulullah menjawab bahwa ciri-ciri orang cerdas ada dua, yakni orang yang selalu ingat pada kematian dan orang yang memperbanyak berbuat kebaikan sebagai bekal setelah mati.
"Apa yang dilakukan almarhum dengan mendirikan YPI As Sa'adah termasuk cara-cara orang cerdas, karena dengan mendiriikan yayasan ini, kebaikan yang ia buat terus mengalir meski Beliau telah wafat, karena yayasan ini dilanjutkan oleh anak-anaknya," kata dia.
Sementara Walikota Jakarta Timur HM Anwar dalam sambutannya mengaku bangga karena dari ratusan jama'ah yang hadir, kalangan muda cukup mendominasi.
"Kemajuan suatu bangsa diukur dari pemudanya. Alhamdulillah, buat saya ini kegiatan yang luar biasa karena banyak sekali pemudanya. Saya bangga. Ini bukti kalau pemuda Jakarta Timur cinta kepada Rasulullah. Insya Allah makmur," katanya.
Anwar juga mengaku bahwa ia senang bahwa sejak dilantik menjadi Walikota Jaktim delapan bulan lalu, wilayah yang dipimpinnya ini tetap kondusif. Hal ini berkat dukungan para habaib, ulama dan kyai.
"Berkat dukungan mereka, saya dapat merealisasikan Kegiatan Mari Mengaji dan juga mendirikan 1.800 pengajian. Tahun ini saya targetkan mendirikan 4.000 pengajian lagi," katanya.
Anwar pun meminta yang hadir dalam haul agar tetap mengaktifkan Mari Mengaji setiap sore dan setelah maghrib, karena kegiatan seperti ini dapat menjauhkan pemuda dari tawuran, narkoba dan pergaulan bebas. (rhm)







