Jakarta, Harian Umum - Reuters dan The Wall Street Journal (WSJ) membuat laporan mengejutkan, karena keduanya melaporkan bahwa Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) diam-diam juga menyerang Iran sebagaimana dilakukan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Seperti diketahui, Arab Saudi dan UEA, juga beberapa negara di Kawasan Teluk, seperti Kuwait dan Bahrain, merupakan sekutu AS dan Israel.
Dalam laporannya, Reuters menyebut bahwa Arab Saudi melakukan serangan militer secara rahasia terhadap Iran pada akhir Maret, setelah Iran menyerang pangkalan militer AS di kerajaan tersebut sebagai balasan atas serangan AS dan Israel ke Iran pada tanggal 28 Februari 2026.
"Menurut laporan Reuters yang mengutip pejabat Barat dan Iran, operasi tersebut menandai apa yang mereka sebut sebagai contoh pertama yang diketahui dari Riyadh yang secara langsung melancarkan agresi militer terhadap wilayah Iran," kata Al Mayadeen dikutip Rabu (13/5/2026).
Sumber yang dikutip dalam laporan tersebut mengatakan, Riyadh kemudian memberi tahu Teheran tentang operasi tersebut, sehingga memicu diskusi diplomatik intensif antara kedua pihak.
Dalam diskusi itu, Arab Saudi dilaporkan memperingatkan Iran akan pembalasan lebih lanjut jika serangan berlanjut, yang akhirnya berkontribusi pada pemahaman de-eskalasi antara Riyadh dan Teheran.
Serangan UEA
WSJ melaporkan, UEA melakukan serangan udara rahasia terhadap Iran pada awal April. Serangan itu menandai meningkatnya eskalasi di Timur Tengah yang dipicu serangan AS-Israel ke Iran, yang menyeret negara lain di kawasan itu.
Mengutip sumber-sumber terpercaya, WSJ mengungkapkan bahwa serangan UEA pada awal April menghantam kilang minyak di Pulau Lavan, Iran, menyebabkan kebakaran besar. Insiden ini membuat Iran untuk sementara menghentikan sebagian operasional kilang itu.
Tidak disebutkan apakah serangan itu diikuti serangan-serangan yang lain ataukah tidak, akan tetapi hingga kini UEA belum secara terbuka mengakui serangan di awal April tersebut.
Saat serangan terjadi, Iran mengatakan kilang minyaknya telah dihantam oleh serangan musuh dan membalas dengan serangan rudal dan drone yang menargetkan UEA dan Kuwait.
Para analis yang dikutip dalam laporan WSJ menunjukkan bahwa serangan-serangan tersebut mencerminkan pergeseran kebijakan UEA ke arah agresi militer yang lebih langsung, terutama setelah Iran dilaporkan meluncurkan ribuan rudal dan drone balasan ke wilayah Emirat selama perang melawan aset AS.
Serangan-serangan ini, menurut para pejabat Teluk yang dikutip dalam laporan WSJ, telah menimbulkan konsekuensi ekonomi, termasuk gangguan pada sektor pariwisata, penerbangan, dan pasar properti di UEA. (man)







