Jakarta, Harian Umum- Tokoh Betawi yang satu ini bakal membuat perebutan kuota 10 kursi di DPRD untuk politisi dari Daerah Pemilihan (Dapil) DKI Jakarta V yang meliputi Kecamatan Duren Sawit, Jatinegara dan Kramat Jati, Jakarta Timur, menjadi sangat ketat dan seru saat Pemilu legislatif (Pileg) digelar pada 17 April 2019.
Pasalnya, selain memiliki banyak pendukung, tokoh yang juga aktivis dan pengelola Yayasan Perguruan Islam (YPI) As Sa'adah, Jakarta Timur, ini maju melalui partai yang diprediksi bakal kembali masuk sebagai salah satu dari lima partai yang akan memperoleh suara terbanyak di Pileg tahun depan, yakni Partai Gerindra.
"Sebagai tokoh agama dan tokoh masyarakat Betawi, saya harus bisa berperan lebih dari apa yang saya lakukan selama ini, dan bersinergi dengan pemerintah untuk merealisasikan program-program pemerintah yang baik dan bagus untuk rakyat," kata Munir Arsyad, tokoh tersebut, kepada harianumum.com di Jakarta, Minggu (20/5/2018).
Bendahara Umum Bamus Betawi yang juga sekretaris Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) ini mengakui, ketika nanti duduk sebagai anggota Dewan, ia akan fokus pada bidang kebudayaan, khususnya kebudayaan Betawi, pada bidang pendidikan, dan bidang sosial kemasyarakatan.
"DKI sudah punya Perda dan Pergub tentang Pelestarian dan Pengembangan Kebudayaan Betawi. Nah, saya akan kawal pelaksanaannya agar apa yang diamanatkan dalam Perda dan Pergub itu benar-benar terlaksana," katanya.
Dalam bidang pendidikan, Munir mengatakan akan berupaya meningkatkan lagi kualitas akademik di Jakarta dan sarana fisiknya, agar kualitas dan pengelolaan pendidikan di Jakarta tak kalah dengan kualitas dan pengelolaan pendidikan di negara-negara maju.
"Kualitas dan pengelolaan pendidikan kita tingkatkan agar berskala internasional," tegasnya.
Dalam bidang sosial kemasyarakatan, Munir mengatakan akan mendorong masyarakat agar menjadi masyarakat madani yang tangguh dan tak mudah terprovokasi isu maupun stigma negatif yang membuat kehidupan berbangsa dan bernegara menjadi tak tenang dan rawan konflik.
"Saat ini sedang ada gejala pemecahbelahan umat. Saya ingin kita jaga stabilitas keamanan, kita dorong rakyat untuk senantiasa memperkokoh persatuan dan kesatuan, dan kita bela agama jika dinistakan," tegasnya.
Pada Minggu (19/5/2018) kemarin, Munir telah menyerahkan dokumen pendaftaran sebagai Bacaleg Gerindra ke DPD Gerindra DKI Jakarta, dan selanjutnya ia harus memenuhi persyaratan lain yang telah ditentukan, seperti menyerahkan dokumen pelengkap seperti ijazah, dan pemeriksaan kesehatan. Ia yakin akan lolos tahapan ini, sehingga di 2019 maju sebagai caleg Gerindra dari Dapil DKI Jakarta V.
Ketika disinggung soal peluangnya, putra Betawi asli ini mengatakan optimis dapat lolos ke Kebon Sirih.
"Sebagai ketua umum YPI As Sa'adah, saya punya ribuan walimurid, ribuan alumni; sebagai pengurus majelis ta'lim, saya punya ratusan jamaah. Belum lagi dukungan dari karang taruna, remaja masjid, komunitas Betawi, perguruan pencak silat dan dukungan dari FKDM beserta keluarga dan kerabatnya karena saya satu-satunya yang nyaleg dari organisasi ini, sehingga bisa dibilang saya perwakilan mereka," katanya.
Untuk lolos ke DPRD, setiap calon dari Dapil DKI Jakarta V minimal harus dapat meraih sedikitnya 20.000an suara. Munir yakin persyaratan ini terlampaui.
"Yang juga harus diingat, Gerindra bersama PAN dan PKS merupakan partai-partai pendukung Aksi Bela Islam dan yang menolak Perppu Ormas. Umat Islam bersama kami," pungkasnya. (rhm)





