Jakarta, Harian Umum - Puluhan pencari suaka kembali melakukan aksi demo di depan kantor UNHCR di Jl. Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (30/7/2019).
Pencari suaka yang berasal dari negara konflik seperti Afghanistan, Irak dan Somalia menuntut agar pihak UNHCR segera memproses izin tinggal mereka ke negara lain.
"We want justice... Justice..." ucap para pendemo yang kebanyakan laki-laki dewasa. Mereka juga menuliskan kata-kata di secarik kertas yang isinya tuntutan kepada lembaga Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi itu. Kata-kata tersebut diantaranya 'please don't deprive single', 'we want resetlement' dan lain-lain.
Salah seorang pencari suaka asal Afghanistan Ali (37) mengatakan para pencari suaka mendatangi lokasi tersebut disebabkan, pihak UNHCR sangat lambat untuk memproses izin tinggal ke negara baru. "Kita ingin UNHCR segera memproses izin tinggal ke negara lain. Karena saya sendiri sudah lima tahun. Namun sampai sekarang belum ada kejelasan dari UNHCR," ungkap Ali.
Ali menginginkan proses izin dari UNHCR tersebut dipercepat agar dirinya bisa menentukan masa depannya. Dia merasa saat ini hidupnya terkatung-katung. "Saat ini kami tidak punya pekerjaan. Untuk biaya sehari-hari memang ada uang dari lembaga yang menaungi para pencari suaka. Setiap bulannya kami dapat uang saku. Tapi itu hanya cukup untuk makan saja. Untuk keperluan lainnya kami tidak punya pekerjaan yang menghasilkan uang," ujarnya.
Ali juga mempertanyakan kebijakan UNCHR yang terlalu pilih-pilih dalam hal pemberian izin tinggal di negara lain. Sebab yang lebih diprioritaskan hanya untuk pencari suaka yang sudah berkeluarga. Sementara yang berstatus single prosesnya sangat lambat. "Jadi disini pengungsi ada keluarga, sendiri juga ada. Tapi UNCHR kirim yg keluarga. Kalo saya single udah 4 tahun enggak dikirim. Kirimnya yang family. Itu enggak fair kan," terangnya. (Zat)







