JAKARTA, HARIAN UMUM - Guna mencukupi kebutuhan air bagi para pencari suaka yang kini menempati gedung eks Kodim, Kalideres, Jakarta Barat, pemerintah daerah mendistilribusikan air ke lokasi tersebut setiap harinya.
Menurut petugas penyalur air dari PT PAM JAYA Haerudin, distribusi air per harinya mencapai 8 truk tangki air. Per truk berisi 5000 ml air. "Distribusi air, ada dari PT PAM Jaya dan ada air dari Dinas Lingkungan Hidup DKI," kata Haerudin saat ditemui di lokasi pengungsian, Kamis (25/7/2019).
Namun menurut Haerudin distribusi air tersebut masih kurang mencukupi. Mengingat jumlah pengungsi di lokasi tersebut cukup banyak. "Ini saja masih kurang. Karena pengungsinya kan banyak," ujar dia.
Haerudin memperkirakan kebutuhan air pengungsi baru mencukupi apabila ditambah sebanyak 4 truk tangki lagi. "Airnya juga ga bisa langsung diminum. Namun dimasak dulu. Tapi semuanya merupakan air bersih karena berasal dari PT PAM JAYA," terangnya.
Dari pantauan di lokasi, dari truk tangki, air disalurkan ke penampungan berupa tandon-tandon air. Dari tandon kemudian disalurkan melalui pipa-pipa ke mushola dan ke kamar mandi.
Namun air yang keluar dari kran sangat kecil. Para pengungsi terlihat mengambil air menggunakan bekas botol-botol air mineral. "Ya airnya kecil. Saya ambil air untuk berwudhu," kata Husen salah seorang pengungsi Afghanistan.
Sebagai informasi, di lokasi tersebut terdapat sekitar 1400 pencari suaka yang berasal dari berbagai negara konflik. Kebanyakan mereka berasal Afghanistan, Somalia dan Sudan. Beberapa diantaranya berasal dari Iran dan Pakistan.
Para pengungsi berada di Indonesia untuk menunggu pengumuman yang dikeluarkan UNHCR (United Nations High Commissioner for Refugees). Pengumuman tersebut berupa izin menetap di negara-negara Eropa seperti Kanada dan Australia. (Zat)







