Jakarta, Harian Umum- Presidium Alumni 212 menolak dan tidak mengakui keberadaan Persaudaraan Alumni 212 yang disebut-sebut sebagai nama baru pengganti Presidium Alumni 212.
"Presidium Alumni 212 (PA212) tidak pernah memutuskan adanya perubahan nama," tegas Ketua Presidium Alumni 212 Habib Umar Al Hamid melalui pernyataan sikap yang diterima harianumum.com, Rabu (31/1/2018).
Sebelumnya, pada Kamis hingga Sabtu (25-27 Januari 2018), Presidium Alumni 212 menggelar Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Ulama, Tokoh, dan Aktivis 212 ke-1, dan salah satu keputusannya adalah mengganti nama Presidium Alumni 212 menjadi Persaudaraan Alumi 212.
Ketua Presidium Alumni 212 Slamet Maarif mengatakan, Mukernas itu digelar secara tertutup dengan diikuti oleh beberapa tokoh, antara lain Amien Rais.
"Munas menghasilkan perubahan nama. Munas Ulama, Tokoh, Aktivis 212 ke-1 memutuskan nama Presidium Alumni 212 diganti menjadi Persaudaraan Alumni 212. Pertimbangannya agar egaliter, terbuka, dan demokratis," katanya saat jumpa pers di Masjid Al Ittihad, Tebet, Jaksel, Sabtu (27/1/2018).
Ia bahkan mengaku kalau Munas diarahkan Imam Besar Umat Islam Indonesia Habib Rizieq Syihab.
Dalam pernyataan sikapnya, Ketua Presidium Alumni 212 Habib Umar Al Hamid menyatakan, selain menolak perubahan nama, hasil rapat evaluasi PA212 pada Sabtu (28/1/2018) juga menetapkan dirinya sebagai ketua, Ustad Hasri Harahap sebagai Sekjen dan Amunuddin sebagai juru bicara.
Ada lima poin dalam pernyataan sikap Habib Umar yang diterima harianumum.com. Empat lainnya antara lain bahwa Presidium Alumni 212 berniat menggelar musyawarah visioner lintas tokoh, ulama dan habaib di Mekkah guna melahirkan Deklarasi Mekkah yang akan dijadikan rujukan bersama dalam memperjuangkan gerakan Islam visioner, konstruktif dan rahmatan lil alamin.
"Terkait teknis pelaksanaan Musyawarah Mekkah, PA212 telah menyiapkan surat kepada Imam Besar Habib Rizieq untuk segera disampaikan," ujar Habib Umar dalam pernyataan sikap tersebut.
Poin lain menyebutkan, dalam rangka menyelamatkan dan menjaga marwah ulama dan umat Islam Indonesia, serta komitmen menyatukan aspirasi dan potensi pergerakan dalam spirit gerakan Bela Islam, maka PA212 mengajak semua elemen dan bangsa agar terus memperluas silaturahmi dan ukhuwah Islamiyah.
Menanggapi penolakan Presidium Alumni 212 pimpinan Habib Umar ini, Ketua Umum DPP Persaudaraan Alumni 212 Slamet Maarif mengatakan, Habib Umar dan Ustad Hasri Harahap hadir di Mukernas pada 25-27 Januari kemarin.
Namun dalam konfirmasi via pesan singkat ini Slamet tidak mengomentari lebih lanjut soal bantahan pergantian nama Presidium Alumni 212 menjadi Persaudaraan Alumni 212. (man)







