Jakarta, Harian Umum- Ketua DPP PKS Bidang Politik, Pipin Sopian, mengatakan, partainya telah menentukan satu nama yang akan diajukan ke DPRD DKI Jakarta untuk bersama calon dari DPP Partai Gerinda, dipilih menjadi Wagub DKI Jakarta periode 2017-2022 pengganti Sandiaga Uno.
"Sudah, sudah ada nama yang dipilih," katanya usai diskusi bertajuk 'Berebut Pemilih Milenial' di sebuah restoran di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (15/9/2018).
Politisi muda ini tak mau membeberkan nama dimaksud karena katanya, masih dirahasiakan.
"Tunggu tanggal mainnya saja," imbuh dia.
Meski demikian Pipin memastikan nama itu bukan mantan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (Aher) dan Ketua DPP PKS yang juga penggagas gerakan #2019GantiPresiden Mardani Ali Sera, karena Aher tidak mungkin diajukan mengingat dia pernah dua kali jadi gubernur Jabar.
"Jadi, sesuai aturan perundang-undangan, dia memang tidak boleh kita ajukan ke DPRD," katanya.
Sedang Mardani Ali Sera, katanya, telah ditugaskan DPP untuk menuntaskan gerakan #2019GantiPresiden yang digagasnya.
"Jadi, tunggu saja tanggal mainnya," imbuh dia.
Seperti diketahui, jabatan Wagub DKI kini kosong karena Sandiaga Uno mengundurkan diri untuk bertarung di Pilpres 2019 sebagai Cawapres Prabowo Subianto.
Sesuai aturan perundang-undangan, pengganti Sandi adalah kader partai pengusung saat Pilkada Jakarta 2017, yakni PKS dan Gerindra.
Untuk itu, kedua partai tersebut masing-masing akan mengajukan satu nama kepada DPRD untuk dipilih menggantikan Sandi. Sidang paripurna pemilihan akan dilakukan setelah Presiden Jokowi menerbitkan surat persetujuan pengunduran diri Sandi.
Hingga saat ini, satu nama telah wara wiri di media karena digadang-gadang merupakan calon kuat pengganti Sandi, yakni M Taufik yang saat ini menjabat sebagai wakil ketua DPRD, sekaligus ketua DPD Gerindra DKI Jakarta.
Meski demikian, hingga kini DPP Gerindra belum mengeluarkan pernyataan resmi tentang nama kader yang akan diusulkan ke DPRD.
Pipin mengatakan, tentang kader siapa yang sebaiknya menggantikan Sandi, akan dimusyawarahkan oleh DPP PKS dan Gerindra untuk mendapatkan yang terbaik.
"Yang pasti salah satu syarat yang harus dimiliki kader yang akan menggantikan Sandi adalah yang bisa bekerja untuk menuntaskan janji-janji politik Sandi (dan Anies) saat kampanye Pilkada DKI 2017 lalu," tutupnya. (rhm)





