Jakarta, Harian Umum - Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD DKI mau mendengarkan dahulu klarifikasi Gubernur Anies mengenai penerbitan izin atas reklamasi perluasan kawasan Ancol, Jakarta Utara seluas kurang lebih 155 Hektar (Ha).
Penasehat Fraksi PAN, Zita Anjani menegaskan, pihaknya tak setuju dan akan menentang keras bila Anies izinkan perluasan Ancol, seperti 17 reklamasi sebelumnya untuk kepentingan komersil.
"Kita lihat dulu pak Gubernur Anies nambah reklamasi ini apa isinya, kalau isinya sama persis kayak dulu-dulu mungkin kita engga sepakat," kata Zita di ruangan Fraksi PAN DPRD DKI, Jakarta Pusat, Senin (6/7).
Untuk saat ini, Zita mengatakan, pihaknya menyambut baik Pemprov DKI yang akan membangun Museum Internasional Sejarah Rasulullah SAW dan Peradaban Islam di kawasan Ancol Timur seluas 20 Ha yang sudah menjadi daratan.
"Kita lihat di kawasan Ancol memang untuk masjid sebagainya terbatas, tidak ada simbol-simbol itu. Kalau Pak Gubernur ingin membuat museum Nabi tentu kami dukung," jelas dia.
Putri Ketum PAN, Zulkifli Hasan (Zulhas) itu mengatakan, tolak ukur Fraksi PAN ialah soal berkepihakan pada masyarakat, jika reklamasi untuk kepentikan publik PAN akan mendukung bila sebaliknya partainya akan menolak keras.
"Reklamasi yang dulu ditolak karena keberpihakan dengan ekonomi atas. Kalau reklamasinya untuk menengah ke bawah, boleh kita lihat dulu rencana pak gubernur seperti apa," ungkapnya.
Koordinator Komisi E DPRD DKI Jakarta mengungkapkan, bila nantinya diperuntukan untuk publik Zita menyarankan agar masuk wisata Ancol dikenakan tarif dengan harga cuma-cuma.
"Saya salah satunya mengusulkan agar warga masuknya gratis, kecuali masuk wahana itu oke (berbayar). Itu rusun nelayan itu bagus," tutupnya. (hnk)







