Teheran, Harian Umum - Iran menghancurkan pusat data Amazon, perusahaan Amerika Serikat (AS) ya g berada di Bahrain.
Penghancuran dengan rudal tersebut sebagai balasan atas serangan AS ke proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir Iran di Darkhovin, Senin (20/6/2026).
"Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan bahwa sebagai tanggapan terhadap serangan militer AS terhadap fasilitas nuklir sipil yang sedang dibangun di Darkkhovin, pasukan IRGC menargetkan dan menghancurkan infrastruktur pusat data Amazon di Bahrain," demikian dilansir Fars News, Selasa (21/7/2026).
Dalam sebuah pernyataan, Kantor Hubungan Masyarakat (Humas) IRGC mengatakan, operasi penghancuran pusat data Amazon itu dilakukan dengan melibatkan beberapa rudal jelajah.
Kantor Humas IRGC juga melaporkan bahwa Angkatan Udara IRGC menghancurkan sistem radar pertahanan rudal di pangkalan AS di Yordania, serta menghancurkan jet tempur F-15 yang berada di dalam hanggar di pangkalan tersebut.
Tak hanya itu, IRGC juga mengatakan bahwa mereka telah menyerang dan menghancurkan radar peringatan dini, sistem radar pertahanan rudal, radar AN/FPS-117, sistem pertahanan udara Patriot, dan sistem komunikasi satelit yang mendukung pertahanan udara AS di Pangkalan Udara Ahmad Al Jaber di Kuwait.
"Dengan "pembersihan radar" ini, musuh harus bersiap untuk "gelombang serangan drone dan rudal yang lebih menentukan dan lebih menghancurkan dari IRGC," kata Fars.
Seperti diketahui, perang antara AS dengan Iran kembali berkecamuk setelah Iran kembali menutup Selat Hormuz dan menembak kapal-kapal yang melewatinya tanpa izin.
Tindakan Iran ini membuat AS marah, karena penutupan Selat Hormuz memicu kenaikan harga minyak dunia dan menciptakan krisis energi global, termasuk di negara. AS pun membombardir wilayah Iran sebagai peringatan atas tindakannya.
Namun, Iran tidak diam. Negara para Mullah itu membalas dengan menyerang pangkalan militer AS dan fasilitas-fasilitas pendukung serangannya yang berada di kawasan Asia Barat (negara-negara Teluk).
Dalam pernyataan terbaru, IRGC mengatakan akan melakukan serangan rudal dan drone yang lebih luas terhadap pangkalan militer AS di seluruh wilayah Asia Barat.
"Wilayah ini bukanlah tempat bagi agresor Amerika, dan kamimendesak militer AS yang membunuh anak-anak untuk meninggalkan wilayah ini guna menghindari korban jiwa lebih lanjut," kata Fars mengutip IRGC. (man)


