Teheran, Harian Umum - Iran mengeklaim telah menghancurkan depot drone dan pusat artificial Intelligence (AI) Amerika Serikat (AS) di Bahrain.
Penghancuran itu dilakukan dalam gelombang serangan terakhir dalam Operasi Nasr 2 ke-17.
"Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan pada Sabtu bahwa mereka telah menargetkan sebuah depot yang menyimpan kapal permukaan tak berawak (USV) milik AS di Bahrain, dan menyerang pusat kecerdasan buatan utama negara itu," demikian dilansir Al Mayadeen, Sabtu (18/7/2026).
IRGC menyebut bahwa kedua lokasi itu hancur selama gelombang ke-17 operasi "Nasr 2" dilancarkan.
"Operasi itu diluncurkan sebagai respon atas serangan AS pada Jumat malam yang menargetkan beberapa jembatan di Iran. Serangan itu menewaskan dan melukai warga sipil," imbuh Al Mayadeen.
Dalam pernyataannya, IRGC menuduh bahwa AS menggunakan depot drone dan pusat AI itu untuk membantu pasukan AS dalam memilih target-target di Iran yang akan diserang
"Kedua fasilitas itu dihancurkan dengan rudal balistik dan puluhan drone. Serangan itu membuat kedua kedua fasilitas itu hancur total, dan sebagian besar drone hancur serta terbakar," kata Al Mayadeen lagi.
Iran mengingatkan AS bahwa pihaknya membalas dengan sangat keras jika AS terus menargetkan infrastruktur publik di negaranya, baik jembatan, sarana transportasi, dan lainnya.
"Kami akan menyerang aset industri, teknologi informasi, dan kecerdasan buatan terpenting milik perusahaan dengan pemegang saham Amerika di seluruh kawasan, tidak hanya pangkalan militer," kata IRGC.
IRGC juga mengingatkan negara-negara Teluk yang menjadi tuan rumah bagi pangkalan militer AS bahwa mereka adalah "mitra" dalam kejahatan perang AS".
Sebelumnya,IRGC telah menghantam pusat komando operasi khusus AS di al-Tanf, Suriah. Serangan itu dikonfirmasi laporan Observatorium Hak Asasi Manusia Suriah yang mengutip sumber lokal bahwa serangan telah terjadi di daerah al-Tanf di provinsi Homs, tempat koalisi pimpinan AS mempertahankan kehadiran militernya.
Iran juga telah menghantam Pangkalan Udara Al-Azraq di Yordania, Pangkalan Udara Al-Udeid di Qatar, dan situs militer AS di Bahrain dan Kuwait.
Angkatan Laut Iran juga melaporkan kalau pihaknya meluncurkan rudal jelajah darat-ke-laut terhadap sebuah kapal milik "musuh agresor" di Samudra Hindia utara.
Menurut militer, serangan itu merupakan bagian dari fase ke-13 Operasi "Sa'eqa" ("Petir") dan memaksa kapal tersebut mundur setelah menimbulkan kepanikan di antara awaknya.
Pengumuman ini muncul ketika pasukan AS terus melakukan agresi terkonsentrasi terhadap Iran selatan dalam beberapa hari terakhir, mendorong Teheran untuk memperluas operasi militer terhadap pangkalan militer AS, aset, dan penempatan angkatan lautnha di seluruh kawasan Teluk.(man)







