Jakarta, Harian Umum- Forum Pemuda Betawi (FPB), Kamis (5/4/2018) di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, menganugerahkan gelar Anggota Kehormatan kepada 14 tokoh yang dinilai peduli pada masalah kepemudaan dan pengembangan budaya Betawi.
Di antara keempat nama itu terdapat Walikota Tangerang Selatan Airin Rahma Diani dan Kasatpol PP DKI Jakarta Yani Wahyu Purwoko.
"Mereka terpilih dari 27 nama yang diusulkan untuk menerima penganugerahan. Seleksi dilakukan cukup lama, sekitar tiga bulan," ujar Munir Arsyad, Dewan Pembina FPB yang juga ketua panitia acara bertajuk "Orasi Kebangsaan dan Penganugerahan Anggota Kehormatan Forum Pemuda Betawi 2018" itu.
Selain Airin dan Yani, tokoh lain yang menerima anugerah di antaranya:
- Ibnu Kholdun, kepala Kanwil Departemen Hukum dan HAM Jawa Tengah
- Ibnu Hasan, Asisten Deputi Kementerian Pemuda dan Olahraga
- Imam Gunawan, kepala cabang Bank DKI
- Didi O Affandi, pengusaha/wakil ketua III KONI DKI Jakarta
- Rachmat Hatta, pengusaha
- Gunawan Amin, pengusaha
Para penerima anugerah Anggota Kehormatan ini dikalungi lipatan kain sarung, dipakaikan peci dan diberi sertifikat.
Ketua Dewan Pembina FPB Rachmad HS mengatakan, penganugerahan Anggota Kehormatan ini dilakukan sejak 2012, dan tahun ini merupakan yang ke-17.
Nama-nama yang pernah mendapatkan anugerah ini di antaranya Wagub DKI Jakarta Sandiaga Uno (2016), Menteri Sosial yang juga mantan Sekjen Golkar Idrus Marham (2003), Wakil Ketua DPRD DKI yang juga Wakil Ketua Umum Bamus Betawi Abraham 'Lulung' Lunggana (2006), dan mantan Menpora Adhyaksa Dault serta mantan Manteri PAN-RB Yudi Chrisnandi (2002).
"Alhamdulillah, setelah menerima anugerah ini, mereka menjadi orang-orang yang dapat mewarnai bangsa dan negara ini dengan kedudukan-kedudukan yang penting. Ini membuktikan bahwa dalam memilih orang-orang yang kami anugerahi Anggota Kehormatan, kami tidak sembarangan," katanya.
Meski demikian Rahmat mengakui kalau penganugerahan ini dilakukan dalam rangka mengusung tagline "Membetawikan anak bangsa yang berada di Jakarta agar menjadi orang Betawi", karena etnis Betawi merupakan penduduk asli Jakarta, sehingga dengan tagline tersebut, ruh Betawi di Jakarta akan lebih terasa seperti halnya daerah lain yang juga memiliki penduduk asli.
Ia menyebut, sejak acara ini digelar pada 2012, telah 213 tokoh yang diberi gelar Anggota Kehormatan, dan jumlah ini akan terus bertambah dari tahun ke tahun.
Acara yang antara lain dihadiri Asisten Sekda DKI Bidang Kesra Catur Laswanto yang mewakili Gubernur Anies Baswedan, dan Pendiri Bamus Betawi Effendi Yusuf ini dibuka dengan gelaran tradisi Palang Pintu dan disambung tarian Selamat Datang.
Munir menambahkan, berbeda dengan saat era Orde Baru maupun di awal reformasi, saat ini geliat warga Betawi telah semakin terasa, sehingga kini putra Betawi telah menduduki posisi-posisi strategis dan penting di pemerintahan. Contohnya adalah Fauzi Bowo (Gubernur DKI Jakarta periode 2007-2012) dan Sekda Saefullah (2012 - sekarang).
"Ke depan akan semakin banyak putra dan putri Betawi yang dapat berbuat banyak bagi bangsa dan negara ini," katanya.
Dewan Pembina FPB yang juga ketua Yayasan Perguruan Islam (YPI) As Sa'adah ini menambahkan, geliat warga Betawi makin terasa setelah Pemprov DKI Menerbitkan Perda Nomor 4 Tahun 2015 tentang Pelestarian Budaya Betawi, Pergub Nomor 229 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Pelestarian Kebudayaan Betawi, dan Pergub Nomor 11 Tahun 2017 tentang Ikon Betawi.
"Sekarang kita sedang mengatur strategi agar orang Betawi dapat menguasai daerahnya sendiri, Jakarta, karena kalau kita sudah bisa nguasai Jakarta, berarti kita menguasai Indonesia," imbuhnya.
Sebelumnya, Ketua Umum Bamus Betawi, Zainudin, mengatakan, dengan terbitnya ketiga regulasi tersebut, maka sudah seharusnya budaya Betawi menjadi tuan di rumahnya sendiri.
Ia bahkan mengakui, dari waktu ke waktu makin terlihat adanya tren peningkatan kesadaran warga Jakarta terhadap eksistensi budaya Betawi di tengah masyarakat, meski belum bisa menjadikan budaya Betawi menjadi tuan di rumahnya sendiri.
"Sekarang in budaya Betawi makin diperhitungkan keberadaannya di Jakarta. Apalagi sudah ada regulasi yang komplit mengenai pelestarian Budaya Betawi. Tapi kita harus berjuang untuk terus menjadikan Betawi sebagai tuan di rumahnya sendiri," kata pria yang akrab disapa Oding ini.
Dengan adanya beberapa aturan dasar hukum pelestarian budaya Betawi, lanjutnya, mulai terlihat kesenian dan perekonomian warga Betawi makin menggeliat. Terbukti, baru-baru ini salah satu sanggar tarian Betawi di Jakarta meraih prestasi di even internasional yang digelar di Korea Selatan (Korsel).
Tidak hanya itu, berbagai ikon budaya Betawi seperti ondel-ondel, gigi baling, baju sadariah, kembang kelapa dan lain-lain juga makin dikenal oleh warga Jakarta, dan Bamus Betawi jug sudah menandatangani kerja sama dengan PT Jakarta Tourisindo untuk menjadi hotel yang dikelola BUMD DKI ini menjadi percontohan Hotel Betawi, dimana di situ tak hanya dipajang ikon Betawi seperti ondel-ondel, tapi juga ada outlet yang menjual souvenir pernak-pernik kerajinan berbentuk ikon khas Betawi yang diproduk oleh UKM Betawi seperti kaos, gantungan kunci, batik, topeng, miniatur ondel-ondel dan lain sebagainya.
"Kami ingin budaya betawi makin mewarnai kehidupan warga Jakarta. Karena itu, kami akan semakin gencar dan terus-menerus mensosialisasikan pentingnya implementasi perda pelestarian budaya betawi di Jakarta," pungkas anggota DPRD DKI dari Fraksi Golkar itu. (rhm)







