Jakarta, Harian Umum - Presiden AS Donald Trump akhirnya menyerah kepada Iran setelah berkali-kali ancamannya tidak direspon Negeri Para Mullah itu.
Terakhir, Trump mengancam akan menghancurkan infrastruktur Iran jika tidak membuka Selat Hormuz.
Menyerahnya Trump itu terlihat pada unggahan terbarunya di akun Truth Social miliknya, di mana Trump menyetujui 10 poin yang diajukan Iran jika ingin menegosiasikan pengakhiran perang yang dia mulai dengan Israel pada tanggal 28 Februari 2026.
“Kami telah menerima proposal 10 poin dari Iran dan saya percaya itu dapat menjadi dasar yang dapat diandalkan untuk negosiasi," kata Trump dikutip dari Tasnim News Agency, Rabu (8/4/2026).
Kantor berita semi-resmi Iran itu menjelaskan, pelaksanaan ke-10 poin itu akan didahului gencatan senjata yang kapan waktunya akan diumumkan Iran.
Gencatan senjata itu, sebagaimana telah disepakati oleh Iran dan AS maupun Israel, direncanakan selama dua minggu, dan selama periode itu ketiga pihak diberi ruang untuk merampungkan kesepakatan.
Berikut 10 poin yang diajukan Iran kepada Trump:
1. AS harus berkomitmen, pada prinsipnya, untuk menjamin non-agresi
2. Kontrol Iran yang berkelanjutan atas Selat Hormuz
3. Hak pengayaan uranium Iran harus diterima
4. Pencabutan semua sanksi utama terhadap Iran
5. Pencabutan semua sanksi sekunder
6. Pengakhiran semua resolusi Dewan Keamanan PBB
7. Pengakhiran semua resolusi Dewan Gubernur IAEA
8. Pembayaran kompensasi atas kerusakan yang ditimbulkan pada Iran selama perang berlangsung
9. Penarikan pasukan tempur AS dari kawasan Timur Tengah
10. Penghentian perang di semua front, termasuk melawan perlawanan Islam yang heroik di Lebanon
"Dengan menerima ke-10 poin itu sebagai dasar negosiasi, Trump telah mundur dari ancaman dan gertakan putus asanya terhadap Iran," pungkas Tasnim. (man)






