Jakarta, Harian Umum- Aksi #2019GantiPresiden Menggoyang Istana di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Minggu (29/4/2018), batal digelar karena acara yang digelar bersamaan dengan acara Car Free Day (CFD) itu tidak mendapat izin dari Polda Metro Jaya.
"Batal, Bang, tidak mendapatkan izin dari Polda Metro Jaya," jelas Panglima Gerakan Pemuda Jakarta (GPJ) Ade Salon kepada harianumum.com melalui pesan WhatsApp, Jumat (27/4/2018).
Penggagas acara Aksi #2019GantiPresiden Menggoyang Istana ini menambahkan, dari keterangan pihak Polda dan Mabes Polri diketahui kalau CFD diperuntukkan sebagai ajang untuk olah raga dan lingkungan hidup.
Namun ia juga mengingatkan kalau sudah menjadi rahasia umum CFD kerap dimanfaatkan relawan pendukung Presiden Jokowi kerap untuk kepentingan politik mereka. Terakhir, relawan yang tergabung dalam Gerakan Nasional Jutaan Relawan Dukung Joko Widodo itu membuat Program Antipolitisasi Masjid pada CFD 22 April 2018, dan Polda tidak mencegahnya.
"Ah, itu sudah rahasia umum. Saya pribadi dan GPJ cukup berdoa saja dan minta sama Allah biar hujan yang gede dari Sabtu sampai Minggu sore, biar afdol kagak ada yang bikin kegiatan di CFD," imbuhnya.
Ade memastikan bahwa jika aksi dapat digelar, aksi itu akan berlangsung damai karena peserta yang jumlahnya diperkirakan bakal mencapai ribuan orang, namun semuanya menggunakan kaos bertuliskan #2019GantiPresiden, hanya akan melakukan tawaf di Bundaran HI (mengelilingi Bundaran HI), tidak pakai orasi.
Ia tak memungkiri kalau aksi kemungkinan telah membuat Istana Negara cemas dan ketakutan, karena bisa berdampak pada Presiden Jokowi di Pilpres 2019, karen sang Presiden asal Solo, Jawa Tengah, ingin menang lagi seperti di Pilpres 2014, dan menjadi presiden untuk periode kedua.
Ketika ditanya apakah GPJ akan membuat acara pengganti di luar CFD? Ade mengiyakan.
"(Tapi apa acaranya) masih digodok di internal GPJ," pungkasnya.
Seperti diketahui, hektek #2019GantiPresiden memang sedang sangat populer karena merupakan cerminan dari keinginan umat Islam di indonesia saat ini yang tak ingin lagi dipimpin Presiden Jokowi.
Hestek itu bahkan kini menjadi brand yang sangat komersial karena diterakan pada kaos, dan kaos itu laris manis diperdagangkan.
Menurut data, Aksi #2019GantiPresiden Menggoyang Istana rencananya tak hanya digelar di Jakarta, tapi juga di beberapa daerah yang pada Sabtu-Minggu menggelar CFD, antara lain di Jatim.
Belum diketahui apakah acara di sana juga tidak mendapat izin dari Polda setempat seperti yang terjadi di Jakarta. (rhm)







