Jakarta, Harian Umum - Putra Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Eric Trump merespons percakapan ayahnya dengan Presiden Prabowo Subianto yang bocor pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perdamaian Gaza di Sharm El Sheikh, Kairo, Mesir, Senin (13/10/2025).
Ketika diwawancara CNN, Kamis (16/10/2025), Eric berkata bahwa percakapan yang tidak sengaja terekam itu membahas soal proyeknya di Indonesia.
"Kami memiliki dua proyek terbesar di Indonesia, di Bali, sejak tahun 2014 dan 2016. Tentu saja, proyek-proyek ini dimulai sebelum masa jabatan pertama ayah saya, bahkan sebelum ayah saya terpilih, mungkin sebelum dia mulai berkampanye," katanya.
Namun, Erick mengaku bahwa hingga kini dia belum pernah bertemu Prabowo.
"Kurasa ada tembok besar. Maksudku, temboknya begitu besar sampai-sampai orang itu belum pernah bertemu denganku," katanya..
Erick bersikeras bahwa dalam menjalankan bisnis, keluarganya selalu memisahkan antara urusan bisnis dengan urusan negara.
Untuk diketahui, Erick dan kakanya, Donald Trump Jr menjabat sebagai wakil presiden eksekutif di Trump Organizationz perusahaan keluarga Trump yang bergerak di bidang real estat, perhotelan, dan usaha berbasis blockchain.
Perusahaan tersebut memiliki sejumlah proyek besar di Indonesia, termasuk klub golf di luar Jakarta.
Dalam percakapan yang bocor, Prabowo sempat menyebut wilayah yang "tidak aman dari segi keamanan", kemudian dia melanjutkan percakapan dengan bertanya ke Trump, "Bisakah saya bertemu Eric?"
"Saya akan meminta Eric menelepon. Haruskah saya melakukannya? Dia anak baik. Saya akan meminta Eric menelepon," jawab Trump.
Percakapan kedua pemimpin negara itu bocor karena saat keduanya mengobrol, mikrofon di dekat mereka ternyata masih aktif, dan karena saat itu kamera sedang bekerja mengambil gambar suasana di ruang sidang KTT Perdamaian Gaza di Mesir, maka bukan hanya gambar mereka yang terekam, tetapi juga suaranya.
Percakapan tersebut ternyata menuai sorotan publik di AS. Mereka menilai Trump seharusnya tidak membicarakan soal bisnisnya di momen perundingan perdamaian di Gaza bersama dengan pemimpin-pemimpin negara yang lainnya. (man)







