Jakarta, Harian Umum - Gerakan Merebut Kembali Kedaulatan Rakyat (GMKR) mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk merebut kembali kedaulatan dari kekuasaan oligarki.
GMKR bahkan meminta Presiden Prabowo agar tidak takut terhadap oligarki, karena rakyat pasti mendukungnya.
Hal itu disampaikan dalam Deklarasi dan Tuntutan GMKR di Gedung Joeang, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (10/2/2026).
Acara ini dihadiri ratusan tokoh dan aktivis yang tak hanya datang dari Jakarta dan sekitarnya, akan tetapi juga dari berbagai daerah, termasuk Aceh, sehingga ruangan acara tak cukup menampung peserta yang hadir, sehingga meluber ke ruangan lain.
Tampak hadir di acara ini para presidium GMKR, seperti Mayjen (Purn) TNI Soenarko, Rizal Fadillah, Marwan Batubara, Muhammad Said Didu, Komjen (Purn) Polri Oegroseno, dan Laksma (Purn) TNI Moeryono Aladin.
Hadir pula sebagai tamu undangan seperti Roy Suryo, Brigjen (Purn) TNI Poernomo, Kolonel TNI (Purn) Sri Rajasa Chandra, Muslim Arbi, dr Zulkifli S Ekomei, Menuk Wulandari (presidium ARM), dan lain-lain.
Deklarasi dan tuntutan GMKR dibacakan Soenarko dengan didampingi seluruh presidium.
"Negara dalam kondisi darurat kedaulatan, baik di bidang ekonomi, politik, hukum, sumber daya alam, maupun kedaulatan kewilayahan," kata Soenarko diawal pembacaan deklarasi dan tuntutan GMKR.
Ia menyebut, kedaulatan rakyat yang diamanatkan pasal 1 ayat (2) UUD 1955 telah dirampas secara sistematis oleh oligarki yang dipimpin dan dikendalikan oleh pemerintahan sebelum ini, yakni Rezim Joko Widodo.
"Pemerintah saat ini diminta untuk segera melakukan koreksi secara menyeluruh atas pengkhianatan konstitusi tersebut," sambungnya.
Sehubungan dengan hal-hal tersebut, GMKR mendeklarasikan agenda perjuangan bersama, di mana GMKR yang akan melakukan advokasi rakyat berkelanjutan guna memulihkan kedaulatan rakyat sesuai konstitusi.
"Bersama dengan deklarasi ini kami sampaikan 5 tuntutan rakyat," sambung Soenarko.
Berikut kelima tuntutan dimaksud:
1. Mengaajak seluruh rakyat bersatu untuk merebut kedaulatan dari kekuasaan oligarki;
2. Minta pertanggungjawaban semua pihak yang telah menyerahkan kedaulatan kepada oligarki;
3. Menuntut semua politisi, pejabat, aparat dan tokoh untuk berhenti menjadi pelindung oligarki;
4. Mendesak Presiden Prabowo untuk mnembersihkan pemerintahannya dari unsur yang menghalangi pengembalian kedaulatan rakyat dari penguasaan oligarki,
5. Khusus terhadap perwujudan kedaulatan hukum dan politik agar dilakukan melalui:
5.a. Adili Joko Widodo
5.b. Makzukkan Gibran
5.c. Reformasi Kepolisian
"Prabowo tak perlu takut kepada oligarki, rakyat mendukungmu," tegas Soenarko setelah membacakan deklarasi dan tuntutan GMKR. (man)


