Jakarta, Harian Umum - Polisi mengungkap bahwa pelaku penyiraman air keras ke aktivis KontraS Andrie Yunus telah memantau korban sejak di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Jakarta Pusat, dan kemudian mengikutinya.
Hal itu diketahui dari rekaman CCTV yang juga diperlihatkan saat jumpa pers di Polda Metro Jaya, Rabu (18/3/2026).
"Berawal dari pukul 19.45 WIB termonitor di sana rekan-rekan sekalian, video pertama menunjukkan pada pukul 19:45 WIB korban memasuki kantor YLBHI untuk mengikuti kegiatan podcast. Kemudian selanjutnya termonitor di sana korban keluar dari kantor YLBHI. Dan dari sejak dari kantor YLBHI termonitor berdasarkan CCTV yang kami ambil itu sudah ada yang mengikuti oleh terduga pelaku orang tak dikenal," kata Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imannudin saat jumpa pers.
Iman menambahkan, pelaku yang memantau di kantor YLBHI memberikan kode ke terduga pelaku lainnya bahwa korban sudah keluar dari kantor YLBHI. Kemudian, pelaku lainnya yang menjadi eksekutor penyiraman mengikuti korban.
"Ini terlihat rekan-rekan sekalian kalau kita lihat ini yang kami beri tanda, ya silakan diputar CCTV-nya. Ini adalah yang melihat atau menggambar situasi di kantor YLBHI untuk video satu, kemudian tergambar juga di sana setelah diberi kode bahwa korban sudah keluar kemudian mulai diikuti oleh salah satu motor yang ditunggangi dua orang yang kami duga sebagai eksekutor," ujarnya.
Rekaman CCTV itu juga menunjukkan momen korban mengisi BBM di SPBU. Iman menjelaskan, ketika halnm itu terjadi, para pelaku berpencar sambil terus melakukan pemantauan, dan setelah korban mengisi bensin, dia kembali diikuti.
"Video dua, ketika korban mengisi BBM di SPBU juga termonitor di layar rekan-rekan sekalian perhatikan yang kami beri tanda merah. Ini adalah dua orang yang diduga melakukan eksekusi di TKP nanti. Akan ada kesesuaian antara pakaian yang digunakan dengan kendaraan yang digunakan," kata Iman.
"Termonitor setelah dari SPBU, posisi sudah ada yang menunggu. Ini adalah bagian dari kelompok terduga pelaku adalah kendaraan kedua yang melakukan monitoring terhadap korban. Ini posisi mengarah ke arah TKP," tambahnya.
Rekaman CCTV itu lalu menampilkan momen ketika korban disiram air keras oleh pelaku yang duduk di boncengan motor, dan kemudian mereka kabur. Korban yang kepoanasan tampak meminggirkan motornya dan menjerit-jerit kesakitan.
"Ini adalah pelaku eksekutornya yang kami bulati warna merah berputar arah kemudian berpapasan menunggu. Nah ini yang hijau adalah korban itu pada saat dilempar dengan cairan. Ini yang kuning adalah motor kedua yang ditunggangi oleh terduga juga jaringan dari pelaku kelompoknya pelaku," ujarnya.
Iman mengatakan dua motor yang diduga menjadi eksekutor penyiraman lalu berpisah arah setelah melakukan aksi tersebut. Salah satu motor melawan arah di Jalan Diponegoro dan berhenti menepi karena diduga terkena cipratan air keras.
"Ini termonitor di Jalan Diponegoro eksekutor ini diduga cairan tersebut mengenai sebagian dari anggota tubuhnya sehingga mereka berdua mencoba membersihkan dengan air mineral, ini terlihat di video CCTV," ujarnya.
Pada saat berhenti, rekaman CCTV itu memperlihatkan eksekutor pengemudi motor itu sudah melepas kemeja batik berwarna biru yang awal dikenakan, dan hanya mengenakan kaus berwarna merah, karena diduga terkena cipratan air keras. Iman mengatakan eksekutor itu mengenakan 2 baju yakni kaus merah dan dilapisi kemeja batik sebelum melakukan aksi penyiraman.
"Nah ini rekan-rekan sekalian terlihat dua orang yang depan yang menggunakan kaos merah itu kami duga pakaian luarnya sudah dilepas karena terlihat pada saat di TKP itu menggunakan kemeja dengan motif batik warna biru. Nanti ada benang merahnya ada korelasinya dengan temuan-temuan kami pada saat siang harinya sebelum kejadian," ujar Iman.
"Karena kaos bagian luarnya diduga terkena cairan tersebut dan dilepas oleh si pelaku," tambahnya.
Iman mengatakan rekaman CCTV menunjukkan pergerakan eksekutor tersebut melaju di simpang mengarah Kramat Raya usai aksi penyiraman. Dia mengatakan terduga pelaku lainnya melaju di arah yang berbeda, yaitu di underpass Matraman.
"Kemudian yang salah satunya dari TKP itu lurus tidak melawan arah, ini termonitor di Underpass Matraman. Ini salah satu kendaraan yang tadi bersama-sama di TKP dengan yang menyiramkan cairan tersebut," ujarnya.
Sebelumnya, Polda Metro Jaya mengungkap bahwa pelaku yang menyiram korban dengan air keras dan yang memboncengi pelaku penyiraman, berinisial BHC dan MAK.
Namun, ketika Puspom TNI menggelar konferensi pers hari ini, disebutkan bahwa ada empat pelaku yang masing-masing berinisial Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW, dan Serda ES.
(man)







