Jakarta, Harian Umum- Ketua Indonesia for Transparency and Acountability (INFRA) Agus Chairudin mengkritik langkah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang merekrut 21 orang aktivis dan akademisi untuk masuk dalam Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) bidang perencanaan pembangunan.
Pasalnya, dari ke-21 orang itu tak ada satu pun yang berasal dari relawan pemenangan Anies-Sandi pada Pilkada DKI Jakarta 2017 silam.
"Rumornya, ke-21 orang itu di antaranya ada yang berasal dari UGM (Universitas Gajah Mada), Universitas Paramadina, Universitas Indonesia (UI), dan MTI (Masyarakat Transportasi Indonesia)," katanya kepada harianumum.com di Jakarta, Selasa (16/1/2018).
Ke-21 orang ini semula dijadwalkan akan dilantik pada Jumat (12/1/2018) di Balaikota DKI, namun dibatalkan meski ke-21 orang itu telah sempat datang ke lokasi dengan berpakaian resmi.
Agus menambahkan, menurut informasi yang ia dapat, ke-21 orang ini akan menjadi tim sukses yang akan mempersiapkan Anies untuk maju di Pilpres 2019.
"Kalau info ini benar, sungguh sangat disayangkan karena TGUPP dibiayai oleh APBD. Masak dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi?" katanya.
Ia juga menilai pemilihan orang-orang itu untuk masuk TGUPP bidang perencanaan pembangunan kurang pas, karena meski ke-21 orang itu ada yang bergelar doktor dan profesor, namun belum tentu memahami permasalahan Jakarta.
Sebaliknya, para relawan yang membantu Anies-Sandi menjadi DKI 1 dan 2 merupakan orang-orang yang paham masalah Jakarta dan tahu bagaimana mengatasinya.
"Itu sebabnya para relawan yang sebagian merupakan aktivis, mendukung Anies-Sandi di Pilkada DKI 2017, karena mereka ingin ikut menyelesaikan masalah Jakarta," tegas dia.
Ia pun mempertanyakan konsistensi komitmen Anies untuk memajukan Jakarta dan membahagiakan warganya, jika faktanya Anies merekrut 21 orang yang akan mempersiapkannya untuk Pilpres 2019.
"Sekarang saya bertanya-tanya, Anies sebenarnya serius ingin memajukan Jakarta dan membahagiakan warganya, atau ingin seperti Jokowi dulu; jadi gubernur DKI hanya sebagai batu loncatan agar jadi RI 1?" katanya.
Ia menegaskan, jika Anies memang akan mengikuti jejak Jokowi, elektabilitasnya dipastikan jatuh, karena umat Islam yang mendukung dan memilihnya menjadi gubernur Jakarta periode 2017-2022 pasti kecewa karena Jakarta ditinggal di tengah jalan.
"Anies akan dianggap mengkhianati amanah yang diberikan umat Islam dan warga Jakarta," tegas dia.
Seperti diketahui, belakangan ini nama Anies memang kerap dikait-kaitkan dengan Pilpres 2019, meski Anies sendiri belum pernah sekalipun bicara tentang Pilpres.
Di dunia maya, Anies digadang-gadang sebagai capres potensial di 2019, bahkan ada yang menyandingkannya sebagai cawapres Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.
Inilah nama ke-21 orang yang batal dilantik:
1. Achmad Harjadi
2. Hasan Basri Saleh
3. Mohammad Hanief Arie Setianto
4. Amin Subekti
5. Totok Amin Soefijanto
6. Achmad Izzul Waro
7. Her Pramtama
8. Patrya Pratama
9. Ade Chandra
10. Danang Parikesit
11. Fazlur Rahman Hassan
12. Herry Dharmawan
13. Arini Dyah Septiana
14. Angga Putra Fidrian
15. Fathania Queen Genisa
16. Alam Medina Muhammad
17. Belathea Chastine Hutauruk
18. Fransica Yultranennyo Manopo
19. Ichwan Dwi Saputra
20. Putri Pandoro
21. Moch Hasan
Agus mengatakan, ke-21 orang ini batal dilantik karena pelantikan mereka menimbulkan gejolak di internal tim sukses dan relawan Anies-Sandi.
"Anies bahkan sempat dikomplain beberapa relawan yang meneleponnya," pungkas Agus.
Hingga berita ditayangkan, Anies belum dapat dikonfirmasi. (rhm)







