Jakarta, Harian Umum - Sejumlah relawan pendukung Gubernur Anies Baswedan dan Wagub Sandiaga Uno terus mengawal program kerja pemimpin baru Jakarta itu agar tidak menyimpang.
Salah satunya dengan membentuk Gerakan Oposisi Untuk Anies-Sandi (GONTAS).
Ketua GONTAS, Sugiyanto yang sebelumnya tergabung dalam Presidium Anies Sandi, mengatakan, dalam setiap pemilihan kepala daerah selalu dihantui oleh balas jasa saat dukung mendukung.
Pendukung atau tim sukses dari kepala daerah terpilih biasanya selalu menuntut banyak hal kepada kepala daerah terpilih.
"Sebagai pendukung setia yang ikut berjuang memenangkan Anies-Sandi, kami ingin memastikan keduanya konsisten bekerja untuk kepentingan rakyat. Pembentukan GONTAS adalah upaya kami sebagai relawan untuk menghindari politik balas budi," ujar Sugiyanto melalui keterangan tertulisnya, Kamis (19/10/2017).
Pegiat LSM yang akrab disapa SGY ini mengakui, pemlihan kepada daerah menghabiskan banyak dana dan berbagai hal lainnya, termasuk dukungan dari berbagai pihak. Seringkali pendukung dana dan pendukung lainnya memilih meminta atau menuntut konpensasi dengan berbagai cara, sehingga tak jarang ada kepala daerah yang terjebak dengan tuntutan balas jasa ini, dan akhirnya terjerat dengan kasus hukum serta KKN yang berujung masuk penjara.
"Untuk menghindari itu maka kami mengambil keputusan membentuk gerakan oposisi untuk Anies-Sandi," imbuhnya.
SGY berharap akan banyak dukungan dari masyarakat untuk gerakan ini, guna mendukung dan membantu gubernur dan wagub dalam menjalankan tugas-tugasnya dengan baik.
Berikut pernyataan SGY sebagai ketua GONTAS;
1. Tidak akan meminta proyek atau kepentingan apapun kepada Anies-Sandi.
2. Tidak akam meminta jabatan apapun baik pada BUMD atau lainnya pada Pemprov DKI Jakarta.
3. Tidak akan pernah menjadi calo atau merekomendasikan maupunmengusulkan PNS menjadi pejabat (kepala dinas, walikota ) dan lainnya pada Pemprov DKI Jakarta
4. Tidak akan pernah bermain proyek pada APBD DKI Jakarta.
Tujuan GONTAS adalah:
1. Meminta Anies-Sandi menjalankan semua janji-janji kampanye, khususnya untuk hal maju kotanya bahagia warganya, dengan meminta kepada Anies-Sandi agar menghindari atau melarang korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) dalam segala urusan pada Pemerintah Pemprov DKI Jakarta.
2. Meminta agar Anies-Sandi melaksanakan tugas dan kewajibannya sebagai gubernur dan wakil gubernur berdasarkan undang-undang dan peraturan berlaku.
3. Meminta agar Anies-Sandi segera menganti pejabat nakal baik pada pemprov atau BUMD DKI Jakarta yang terindikasi KKN dan tidak netral saat pilkada Jakarta.
4. Meminta agar Anies-Sandi tidak berkompromi dengan DPRD DKI Jakarta, dalam hal penyusunan APBD 2018-2022 untuk anggaran pemborosan dan tidak memihak rakyat Jakarta yang berpotensi terjadi KKN.
5. Meminta agar Anies-Sandi tegas terhadap kebijakan yang terkait dengan pengembang di DKI Jakarta, khususnya yang berkaitan dengan kewajiban dan pelanggaran peraturan yang ada.
6. terkait hal-hal penting lainnya, GONTAS akan mengikuti (memonitor, red) untuk diusulkan agar diperbaiki sesuai kondisi dan situasi berdasarkan ketentuan aturan dan perundang-undangan yang ada..
SGY menambahkan, gerakan oposisi ini berharap dapat membantu Anies-Sandi mewujudkan cita-citanya yang tercermin dalam slogan "Maju kotanya bahagia warganya".
"Harus ada gerakan oposisi dari dalam untuk mengontrol dan mendukung Anies-Sandi. Selanjutnya, kami akan mengambil tindakan tegas terhadap siapa saja yang terbukti melakukan penyimpangan dan KKN di pemprov DKI Jakarta," pungkas dia. (rhm)







