Jakarta, Harian Umum- Ketua Umum Pemuda Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Adam Irham pertanyakan komitmen Golkar untuk menunjukkan dirinya sebagai partai yang bersih seperti slogan yang digaungkannya beberapa waktu lalu.
Pasalnya, ketua umum partai itu, Airlangga Hartarto, menunjuk Melchias Markus Mekeng, kader Golkar yang duduk di Komisi XI DPR, menjadi ketua Fraksi Golkar DPR RI. Padahal, kader ini diduga kuat terlibat kasus megakorupsi E-KTP.
“Masih segar dalam ingatan kita beberapa bulan lalu, dengan tagline baru "Golkar bersih", masyarakat ramai-ramai mengapresiasi tagline tersebut. Terbukti, hasil survei menunjukkan elektabilitas Golkar langsung meroket, menjulang tinggi,” katanya melalui keterangan tertulis, Rabu (14/3/2018).
Ia mengakui, penunjukkan Mekeng sebagai ketua Fraksi Golkar DPR RI mengejutkan publik, dan ia yakin hal itu akan meruntuhkan kepercayaan publik, karena partai berlambang pohon beringin ini akan dianggap tidak konsisten.
Untuk diketahui, pada 8 Maret 2018 silam DPP Partai Golkar mengganti Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI Robert Kardinal dengan Mekeng. Perombakan ini disampaikan Sekjen Partai Golkar Lodewijk Fredrich Paulus.
Adam Irham yang juga kader muda Golkar, meminta Airlangga berhati-hati dalam mengambil keputusan selama menjabat sebagai ketum Golkar, karena jika tidak sensitif dengan persoalan rakyat, Golkar bisa saja bernasib sama dengan partai lainnya.
“Pak Ketum perlu berhati-hati dan memiliki sensitivitas terkait persoalan Golkar, untuk memastikan roadmap dalam mengomandoi partai Golkar yang telah berkomitmen untuk bersinergi dengan KPK dalam memerangi kejahatan korupsi di Tepublik ini,” tegasnya. (rhm)







