Jakarta, Harian Umum - Kejaksaan Agung (Kejagung) mulai menyelidiki kasus beras tidak sesuai takaran dan mutu alias beras oplosan yang diduga merugikan negara hingga Rp 100 triliun.
Kasus ini akan ditangani Satuan Tugas Khusus Penanganan dan Penyelesaian Perkara Tindak Pidana Korupsi (Satgassus P3TPK) yang berisi penyelidik dari Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus).
“Kejaksaan juga melalui tim Satgassus P3TPK pada Gedung Bundar telah melakukan penyelidikan terkait penyimpangan ketidaksesuaian mutu dan harga beras berdasarkan standar nasional Indonesia dan harga eceran tertinggi yang ditetapkan oleh pemerintah,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kepuspenkum) Kejagung Anang Supriatna kepada wartawan di kantornya, Kamis (24/7/2025).
Ia menjwlaskanlaskan, tim yang dikepalai Jampidsus Febrie Adriansyah ini akan berkoordinasi dengan Satgas Pangan Polri dan Gugus Ketahanan Pangan dari TNI.
“Dalam rangka melaksanakan tugas dan penyelidikan ini, tentunya Satgassus P3TPK Gunung Bundar akan melakukan komunikasi dan berkoordinasi dengan Satgas Pangan dari Mabes Polri dan Gugus Ketahanan Pangan dari TNI,” kata Anang.
Koordinasi ini dilakukan untuk memastikan perkara yang ditangani Kejaksaan dengan penegak hukumnya tidak tumpang tindih satu sama lain.
"Kita akan lakukan komunikasi supaya bagaimana supaya tidak beririsan,” lanjutnya.
Anang memastikan bahwapenyelidik sudah turun ke lapangan untuk memeriksa kualitas beras serta menjadwalkan pemanggilan terhadap enam perusahaan pada Senin (28/7/2025) mendatang.
Keenam perusahaan tersebut adalah PT Wilmar Padi Indonesia, PT Food Station, PT Belitang Panen Raya, PT Unifood Candi Indonesia, PT Subur Jaya Indotama, dan PT Sentosa Umar Utama Lestari Java Group.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan kepada Kejagung dan Polri untuk mengusut kasus beras oplosan, karena menurutnya, praktik mengoplos beras merupakan bentuk penipuan dan pidana yang harus ditindak aparat penegak hukum.
"Saya minta Jaksa Agung sama Kapolri usut dan tindak. Ini pidana," tegas Prabowo saat meluncurkan Koperasi Desa Merah Putih di Klaten, Jawa Tengah, dikutip dari tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Senin (21/7/2025). (man)





