Sangkaan Beras Oplosan, DPRD Jakarta akan Panggil PT Food Station
Jakarta, Harianumum - DPRD DKI Jakarta dalam kurun waktu dekat akan panggil PT. Food Station Tjipinang Jaya untuk mengonfirmasi sangkaan kasus beras oplosan. Masalahnya kasus sangkaan itu membuat resak warga.
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Basri Baco menjelaskan, tujuan panggilan untuk minta keterangan mengenai kualitas beras yang dipasarkan PT. Food Station Tjipinang Jaya, sejauh ini.
"Kita akan selekasnya melangsungkan rapat kerja dengan Food Station di Komisi B dalam rencana menanggapi rumor itu," tutur Baco, Jumat (18/7).
Jika PT. Food Station Tjipinang Jaya terbukti mengoplos beras dengan kualitas di bawah premium, sambung Baco, karena itu Pemerintah provinsi DKI harus memberi ancaman tegas.
"Kita akan mencari bukti yang sebenarnya, dan jika betul terjadi, akan kita tindak untuk memberi dampak jera," sebut politikus Partai Golkar tersebut.
Baco tidak ingin warga dirugikan karena beras yang dibeli harga premium tetapi yang didapat malah beras dengan kualitas standard medium.
Baik medium I atau medium II. "Pemerintah provinsi DKI concern akan hal ini, pokoknya janganlah sampai warga dirugikan," papar Baco.
Sekarang, Pemerintah provinsi tetap menanti hasil tes laboratorium yang sudah dilakukan pihak kepolisian dan Kementerian Pertanian (Kementan).
Awalnya, Kementerian Pertanian menyebutkan beras produksi PT. Food Station Tjipinang Jaya yang tersebar di pasar dengan beberapa merek seperti Alfamidi Setra Pulen dan Beras Premium Setra Ramos tidak penuhi standard kualitas beras premium.
Hal tersebut diketahui sesudah dilaksanakan pengetesan laboratorium di lima lokasi berlainan. Kepala Agen Komunikasi dan Service Informasi Kementan Moch Arief Cahyono menjelaskan penemuan itu memperlihatkan jika produk dipasarkan di atas HET, yang mempunyai potensi bikin rugi konsumen.







