Teheran, Harian Umum - Kementerian Intelijen Iran lagi-lagi membongkar jaringan yang terkait dengan Dinas Intelijen Israel Mossad dan Dinas Intelijen Amerika Serikat,(AS), CIA.
Dikutip dari Al Mayadeen, Selasa (19/5/2026), Kementerian tersebut mengumumkan bahwa pihaknya membongkar empat sel teroris yang terkait dengan AS dan Israel di Provinsi Sistan dan Baluchestan bagian tenggara.
"Dalam sebuah pernyataan, Kementerian mengatakan pasukan keamanan Iran menangkap 19 orang, sebagian besar warga negara asing, yang dituduh merencanakan serangan di dalam provinsi tersebut," kata Al Mayadeen.
Kementerian menjelaskan bahwa para tersangka sedang bersiap untuk melakukan operasi teroris di Sistan dan Baluchestan bagian tenggara, yang berbatasan dengan Pakistan dan Afghanistan.
Selain menangkap 19 orang, Kementerian Intelijen Iran juga menyita sejumlah besar senjata ringan dan semi-berat saat penggerebekan di lokasi sel-sel tersebut.
Persenjataan yang disita termasuk senapan mesin berat DShK, peluncur RPG-7, tujuh rudal, senapan, dan kamera pengawas.
"Operasi penangkapan ini dilakukan ketika Republik Islam Iran meningkatkan kampanye keamanan terhadap jaringan spionase dan sabotase yang didukung oleh Mossad Israel dan Amerika Serikat, khususnya setelah agresi AS-Israel baru-baru ini terhadap Iran," imbuh Al Mayadeen mengutip pernyataan Kementerian.
Penyelundupan senjata melalui Kurdistan
Dalam operasi lain, pada Senin (18/5/2026), Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan telah menggagalkan upaya kelompok teroris untuk menyelundupkan sejumlah besar senjata dan amunisi buatan AS ke Iran melalui perbatasan dengan wilayah Kurdistan, Irak.
Dalam pernyataannya, IRGC mengatakan bahwa pasukannya mencegah operasi oleh kelompok bersenjata yang berbasis di Irak utara yang berupaya mentransfer "sejumlah besar senjata dan amunisi Amerika" ke Iran melalui provinsi Kurdistan.
IRGC mengatakan pengiriman tersebut disita dan berisi sejumlah besar senjata, amunisi, dan perlengkapan militer.
"Setiap tindakan yang mengancam keamanan Iran akan ditanggapi dengan "respons yang tegas dan kuat," kata IRGC.
Pengiriman bahan peledak di dekat perbatasan Urmia
Selain menggagalkan penyelundupan senjata melalui Kurdistan, pasukan intelijen IRGC di Provinsi Azerbaijan Barat berhasil menggagalkan pengiriman bahan peledak, amunisi, dan alat peledak rakitan, di dekat perbatasan kota Urmia.
"Barang-barang itu diduga akan diangkut oleh kelompok-kelompok teroris itu lebih jauh ke Iran untuk "mengganggu keamanan dan menciptakan kekacauan," kata IRGC.
Iran curiga kalau maraknya penyelundupan senjata dan bahan peledak ke negaranya ada kaitannya dengan pemerintah AS, karena sebelumnya Presiden AS Donald Trump pernah mengatakan tentang mempersenjatai kelompok-kelompok di dekat perbatasan barat laut Iran.
'Otoritas Iran menegaskan kembali bahwa setiap upaya untuk merusak keamanan nasional negaranya akan ditanggapi dengan tegas oleh angkatan bersenjata," kata Al Mayadeen.
Jaringan mata-mata terkait Mossad di provinsi Ardabil
Sebelum laporan penyitaan pengiriman senjata di barat laut Iran, IRGC mengatakan telah meningkatkan upaya kontra intelijen yang menargetkan jaringan mata-mata yang diduga terkait dengan pihak asing yang beroperasi di dalam negerinya.
Pekan lalu, IRGC mengatakan bahwa pihaknya telah mengidentifikasi dan membongkar jaringan mata-mata di Provinsi Ardabil. Jaringan itu terkait dengan badan intelijen Israel, Mossad, dan menangkap operator utama kelompok tersebut dalam "operasi intelijen yang kompleks".
Dalam sebuah pernyataan, kantor humas IRGC di Ardabil mengatakan jaringan yang dicurigai tersebut telah berada di bawah pengawasan dan terlibat dalam pengumpulan dan pengiriman informasi sensitif tentang "lokasi penting dan sensitif" di dalam provinsi tersebut kepada dinas intelijen musuh. (man)





