Jakarta, Harian Umum - Gedung Putih pada Kamis (17/7/2025) waktu Amerika Serikat mengumumkan bahwa Presiden Donald Trump mengalami pembengkakan di kaki bagian bawah dan memar di tangan kanan.
Pengumuman itu disampaikan setelah foto-foto Trump dengan pergelangan kaki bengkak dan riasan menutupi bagian tangannya yang sakit, beredar di media sosial.
"Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt yang membacakan surat dari dokter Trump dalam jumpa pers, mengatakan kedua penyakit tersebut tidak berbahaya. Pembengkakan pada kaki Trump disebabkan oleh kondisi pembuluh darah "umum", dan tangannya memar karena terlalu sering berjabat tangan," demikian dilansir Reuters, Jumat (18/7/2025).
Dalam surat yang dibacakan Leavitt itu, Kapten Sean Barbabella, dokter Trump, menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan menggunakan USG Doppler pada kedua kaki bagian bawah Trump menunjukkan adanya insufisiensi vena kronis, yakni gangguan sirkulasi darah akibat katup vena yang tidak bekerja optimal yang membuat darah menggenang di pembuluh darah.
Kondisi ini dinyatakan tidak berbahaya karena umum dialami Lansia, terutama mereka yang berusia di atas 70 tahun.
"Tidak ditemukan adanya tanda-tanda trombosis vena dalam (DVT) atau penyakit arteri,” imbuh Barbabella.
Ia juga memastikan bahwa hasil tes laboratorium Trump berada dalam batas normal.
“Tidak ada indikasi gagal jantung, gangguan ginjal, atau penyakit sistemik lain yang teridentifikasi,” tambahnya.
Meski demikian, Barbabella mengatakan, meski penyakit yang diderita Trump bukan masalah serius, akan tetapi perlu diwaspadai karena Insufisiensi vena kronis dapat menyebabkan bengkak di pergelangan kaki atau tungkai, nyeri, kram, varises, hingga perubahan pada kulit.
Sekitar 150.000 orang di AS didiagnosis mengalami kondisi ini setiap tahunnya. Dr. Jeremy Faust, asisten profesor pengobatan darurat di Harvard Medical School, menyebut kondisi yang dialami Trump sebagai “hal yang sangat umum dan tidak mengejutkan".
"Ini bagian normal dari proses penuaan, apalagi jika seseorang masuk kategori kelebihan berat badan hingga obesitas seperti presiden,” ujarnya kepada CNN.
Namun, Faust juga menegaskan bahwa gejala seperti ini memang perlu diperiksa lebih lanjut untuk menyingkirkan kemungkinan kondisi yang lebih serius. (man)







