SESUNGGUHNYA dana dalam negeri saja dapat atasi dana pembangunan IKN, tetapi justru Jokowi lalai menangani dana di Taspen dan di Kemenkeu, sehingga harus "ngemis" dan jual IKN ke China dengan harga murah.
--------------------------
Oleh: Muslim Arbi
Direktur Gerakan Perubahan dan Koordinator Indonesia Bersatu
Jokowi jual IKN ke China dengan harga sangat murah; hanya Rp. 175 triliun jika dibanding dengan ledakkan kasus Taspen Rp. 300 triliun dan kasus transaksi bermasalah di Kemenkeu sebesar Rp. 349 triliun.
Sebelumnya, Jokowi gagal meyakinkan SoftBank dari Jepang yang mau investasi di IKN dengan nominal Rp. 464 triliun. Setelah gagal investasi di IKN, SoftBank lalu hengkang.
Jokowi lalu mencoba menawarkan IKN ke pengusaha Arab. Itu pun kandas. Lalu Jokowi mengikat perjanjian kerjasama dengan RRC di Changdu pada tanggal 28 Juli 2023. Bersama Presiden China Xi Jinping, Jokowi sepakati kerjasama bangun IKN disertai dengan 8 butir kerjasama.
Kalau dibanding dengan persoalan dana-dana bermasalah dalam negeri yang jumlah mencapai ratusan triliunan, kasus Taspen ( 300 T) dan di Kemenkeu (349 T), sesungguhnya dana dalam negeri saja dapat atasi dana pembangunan IKN. Tetapi, justru Jokowi lalai menangani dana di Taspen dan di Kemenkeu sehingga harus "ngemis" dan jual IKN ke China dengan harga murah.
Padahal, cara bangun IKN dengan skema kerjasama dengan China dengan pembiayaan 20% Indonesia dan 80% RRC, Jokowi telah menyerahkan IKN ke China secara mutlak.
Alih-alih rencana bangun IKN dengan skema kerjasama China yang masa konsesinya 160 tahun, Jokowi serahkan negara ini akan dijajah China.
.jpeg)
Apalagi sebelumnya, dalam proyek KCJB, Jokowi telah giring negara di sandera RRC dengan debt trap atau jebakan utang RRC yang nilainya hampir mendekati IKN, yakni Rp. 120 triliun.
Ambisi yang tak terbendung dalam skema bangun IKN dan Proyek KCJB akan membawa negara ini di bawah jebakan utang China.
Dan, jika terjadi gagal bayar (default) atau gagal proyek, China bisa jadikan dalih untuk kuasa negeri ini sebagai jaminan atas dana - dana yang di terima sebagai bentuk utang. Itu sangat berbahaya bagi negeri ini.
Tepian Kali Brantas:
1 September 2023






