Lebanon, Harian Umum - Hizbullah mengepung pasukan Israel Occupying Force (IOF) atau Pasukan Pendudukan Israel dan menghujaninya dengan rudal berpemandu serta alat peledak di poros Aitaroun–Ainata, Lebanon Selatan, Selasa (31/3/2026) waktu setempat.
"Pasukan IOF terjebak ketika mereka maju ke poros Aitaroun–Ainata, dan diserang secara langsung dan terus-menerus oleh Hizbullah dengan rudal berpemandu dan tembakan altileri," kata Al Mayadeen dikutip Rabu (1/4/2026).
Responden media itu melaporkan, serangan terencana itu membuat pasukan IOF kocar kacir dan di antara mereka ada yang tewas, karena rudal yang ditembakkan Hizbullah mencapai puluhan sementara tembakan altileri terdengar sepanjang hari.
"Hari itu masyarakat Lebanon Selatan menyaksikan salah satu operasi perlawanan paling intens terhadap IOF dalam sejarah baru-baru ini, menekankan bahwa kota Ainata muncul sebagai titik fokus serangan yang menentukan dan terkoordinasi, dan menjadikannya sebagai lokasi perlawanan strategis yang penting," imbuh Al Madayeen.
Media ini meyakini bahwa pasukan IOF yang selamat tidak akan dapat melupakan hari sulit di Ainata ini di mana tanah yang merrka duduki memberinya pelajaran yang sangat pahit.
"Karena sesungguhnya pasukan Israel itu terjebak dalam penyergapan yang direncanakan dengan cermat oleh para pejuang perlawanan Islam, dengan saksi mata melaporkan kerugian besar ketika para tentara dari kedua pihak terlibat baku tembak langsung dari jarak yang sangat dekat di Ainata," kata Al Mayadeen lagi.
Tank-tank Israel yang maju di jalan Aitaroun–Ainata menjadi sasaran rudal berpemandu dan alat peledak, mengakibatkan banyak korban jiwa di antara perwira dan prajurit israel. Operasi perlawanan yang maha sengit ini mengganggu beberapa pertemuan dan posisi militer di seluruh kota itu dan di sepanjang jalan, dengan puluhan serangan yang dikonfirmasi dari rudal dan tembakan artileri.
Dalam eskalasi yang signifikan, koresponden Al Mayadeen juga melaporkan bahwa satu unit pasukana Israel mencoba berlindung di sebuah bangunan perumahan di Ainata, yang kemudian dihantam oleh rudal presisi, menyebabkan beberapa tentara tewas atau terluka. Pejuang perlawanan juga menyebarkan bahan peledak di sepanjang jalur utama pergerakan Israel, menggabungkan serangan ini dengan konfrontasi jarak dekat menggunakan senjata ringan dan menengah.
Koresponden Al Mayadeen menyoroti kemampuan Hizbullah dalam memancing pasukan musuh ke dalam penyergapan yang direncanakan dengan cermat, menunjukkan pandangan strategis dan ketepatan operasional pasukan perlawanan di Lebanon itu.
"Kebangkitan Ainata sebagai pusat perlawanan menggarisbawahi tantangan yang terus-menerus dihadapi pasukan Israel di Lebanon selatan," kata dia.
Pada hari Senin, Hizbullah mengumumkan serangkaian operasi yang menargetkan Pasukan IOF yang berupaya maju ke wilayah Lebanon, khususnya di kota Ainata dan daerah sekitarnya.
Menurut pernyataan-pernyataan selanjutnya, para pejuang perlawanan terlibat konfrontasi dengan pasukan IOF, menggunakan rudal kendali, tembakan roket, dan alat peledak, yang mengakibatkan korban jiwa yang telah dikonfirmasi.
Sebagai bagian dari respons terhadap agresi Israel yang sedang berlangsung, Perlawanan Islam melakukan sembilan operasi di Ainata pada Senin, termasuk meledakkan alat peledak dan menargetkan perkumpulan pasukan Israel dan kendaraan lapis baja.
Media Israel mengakui setidaknya dua insiden keamanan di Lebanon selatan, termasuk serangan yang melibatkan alat peledak dan serangan udara. Korban jiwa dilaporkan di antara pasukan Israel, dengan yang terluka dan tewas dievakuasi dengan helikopter ke rumah sakit di dalam wilayah pendudukan.
Laporan media Israel menyoroti tantangan yang semakin besar yang dihadapi pasukan Israel di Lebanon selatan, dengan menyebutkan peningkatan kerentanan terhadap serangan berkelanjutan oleh Hizbullah dan meningkatnya korban jiwa dalam bentrokan baru-baru ini.
Menurut Channel 14 Israel, pasukan Israel yang beroperasi di Lebanon selatan tetap "terus bergerak, meski dalam posisi rentan," memungkinkan Hizbullah untuk memanfaatkan keunggulan medan untuk menargetkan mereka secara efektif.
Laporan tersebut mencatat bahwa Hizbullah menggunakan kombinasi senjata jarak pendek, termasuk peluru artileri, rudal anti-tank berpemandu, roket, serta drone serang, untuk menyerang pasukan Israel yang ditempatkan di wilayah Lebanon.
Seperti diketahui, Hizbullah telah bergabung dengan Iran untuk membantu negara itu menghadapi agresi Amerika Serikat dan Israel yang dilakukan sejak 28 Februari 2026. Tindakan Hizbullah itu membuat Israel menyerang Lebanon habis-habisan, termasuk di Lebanon Selatan di mana serangan Israel juga menewaskan tiga anggota Satgas Konga TNI untuk misi UNIFIL.
Al.Mayadeen melaporkan, serangan Israel terhadap Hizbullah memang menyasar pula desa-desa di selatan Lebanon.
Sebelumnya, tentara Israel mengkonfirmasi kematian seorang sersannya yang bertugas di Batalyon ke-9 Brigade ke-401 ketika terlibat pertempuran di Lebanon selatan, akibat serangan rudal anti-tank Hizbullah terhadap sebuah tank pengangkut pasukan Israel
Rudal anti-tank tersebut ditembakkan saat tentara Israel sedang mengevakuasi rekan-rekannya yang tewas dan terluka. Tercatat ada lima tentara Israel yang terluka, di antaranya luka parah.
Tentara Israel dari Batalyon ke-82 juga menjadi sasaran empuk Hizbullah di area Pegunungan Ramim.
Kementerian Kesehatan Israel mengumumkan bahwa pada hari Sabtu rumah sakitnya menerima 142 tentara Israel yang cedera.
Dari jumlah itu, dua orang dalam kondisi kritis, 18 orang cedera sedang, dan 119 diklasifikasikan sebagai "cedera ringan".
Ada juga tiga tentara yang dilaporkan mengalami kecemasan atau depresi.
Media Israel juga melaporkan bahwa tiga perwira dan enam tentara terluka dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda selama operasi yang dilakukan oleh Perlawanan Islam di Lebanon selatan, yang melibatkan penargetan langsung dengan ATGM dan rentetan roket. (man)







