Jakarta, Harian Umum - Kekhawatiran sejumlah kalangan terkait masih banyaknya data pemilih ganda di Pilkada DKI Jakarta ternyata bukan isu belaka. Pasalnya Bawaslu DKI Jakarta menemukan sekitar 23 ribu pemilih ganda pada Pilkada DKI Jakarta.
Ketua Bawaslu DKI Jakarta Mimah Susanti mengatakan penemuan itu ada setelah Bawaslu DKI Jakarta menganalisa daftar pemilih tetap (DPT) putaran pertama.
"Totalnya sekitar 23.000. Yang paling banyak memang Jakarta Timur," ujar Mimah. di Kantor Bawaslu DKI, Sunter Agung, Jakarta Utara, Rabu (22/3/2017).
Mimah menyebut data pemilih ganda di Jakarta Timur sekitar 8.000, paling banyak di antara wilayah lainnya. Jumlah 23.000 pemilih ganda itu tersebar di lima kota.
Sementara di Kabupaten Kepulauan Seribu, hanya ditemukan 10 pemilih ganda dan sudah dibersihkan sehingga tidak direkomendasikan untuk diperbaiki oleh Bawaslu DKI Jakarta.
Sementara untuk data ganda di lima wilayah lainnya, Bawaslu DKI Jakarta telah merekomendasikan datanya kepada KPU tingkat kota pada saat rapat pleno rekapitulasi dan penetapan daftar pemilih sementara (DPS), Minggu (19/3/2017)."Sudah direkomendasikan pada saat pleno rekapitulasi di tingkat kabupaten/kota. Kami harap data segera ditindaklanjuti terkait dengan temuan data ganda," kata.
KPU DKI Jakarta sebelumnya telah merekapitulasi DPS pada putaran kedua sebanyak 7.264.749 dengan TPS sejumlah 13.032.







