Jakarta. Harian Umum- Pasangan nomor urut 02 di Pilpres 2019, Prabowo-Sandi, berpotensi menang telak di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.
Pasalnya, berdasarkan kajian aktivis Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) di wilayah itu, dari 900.000-an warga Kabupaten Langkat yang memiliki hak pilih pada Pilpres 2019, sebanyak 75% di antaranya merupakan pemilih pasangan yang diusung Partai Gerindra, PKS, PAN dan Demokrat, serta didukung Partai Berkarya itu.
"Berdasarkan kajian yang kami lakukan baru-baru ini, pendukung Prabowo-Sandi di Kabupaten Langkat mencapai sekitar 75% dari total warga yang memiliki hak pilih," kata Bupati LIRA Langkat, Erwandi, kepada harianumum.com di sela-sela Rapimnas LIRA di Jakarta, Sabtu (2/3/2019).
Bupati non-APBD ini menyebut, aedikitnya ada dua penyebab kuatnya dukungan Prabowo-Sandi di wilayah berpenduduk lebih dari 1 juta jiwa tersebut, yakni:
1. Faktor etnis dimana mayoritas penduduk Langkat bersuku Melayu dan penganut ajaran Islam yang taat
2. Dampak kenaikan tarif dasar listrik (TDL), BBM, gas bersubsidi dan harga pangan yang memukul perekonomian masyarakat Langkat.
Erwandi menyebut, mayoritas penduduk Langkat berprofesi sebagai nelayan dan petani, dan angka kemiskinan di wilayah ini lumayan tinggi.
"Kenaikan TDL, BBM, gas dan harga pangan betul-betul telah membuat kehidupan mereka semakin sulit. Dulu, sebelum pemerintahan Jokowi, ada warga yang mengaku hanya membayar listrik Rp70.000-an/bulan, sekarang Rp200.000-an/bulan; gas 3 kg sekarang antara Rp22.000-23.000/tabung dari sebelumnya hanya Rp17.000-18.000/tabung; harga premium sebelum Jokowi jadi presiden hanya Rp6.500/liter. Setelah subsidinya dicabut Jokowi dan harganya pun sempat beberapa kali dinaikkan, sekarang Rp9.850/liter setelah sempat dinaikkan menjadi Rp10.200/liter. Yang lebih menyusahkan, pasokan premium terbatas, sehingga tak sedikit warga terpaksa pakai pertamax atau pertalite yang harganya lebih mahal," katanya.
Aktivis yang akrab disapa Wandi ini mengakui, program infrastruktur yang dibangga-banggakan Presiden Jokowi tak laku di mata warga Langkat karena selain infrastruktur yang dibangun di Langkat hanya bendungan, yang dibutuhkan warga di sana adalah kebutuhan hidup yang terjangkau.
"Ini memang tantangan berat bagi Timsesi Pak Jokowi kalau ingin mendapat suara signifikan di Langkat, tapi sepanjang pengamatan kami dan dari apa yang kami pelajari, upaya Tim Sukses pasangan nomor urut 01 (Jokowi-Ma'ruf Amin) untuk meraih simpati masyarakat Langkat agaknya tidak sepenuhnya berhasil," katanya lagi.
Wandi mencontohkan indikasi kegagalan Tim Sukses Jokowi-Ma'ruf Amin itu.
Pertama, kalau ada acara yang terkait 01, yang hadir tidak banyak. Sebaliknya, jika ada acara terkait 02, yang datang membludak.
"Pernah ada kejadian begini; warga mendapat undangan untuk menghadiri tabligh akbar. Di undangan tidak dicantumkan kalau itu acara 01, sehingga warga pun berbondong-bondong datang. Tapi begitu sampai di lokasi dan tahu kalau itu acara 01, warga pun kecewa. Di antara mereka ada yang pulang lagi, tapi ada pula yang lebih memilih bermain di taman dimana acara tabligh akbar itu diselenggarakan, dibanding mengikuti acara itu," katanya.
Wandi mengakui karena minimnya pemilih Jokowi-Ma'ruf di Langkat, membuat Timses pasangan itu menjadikan Langkat sebagai salah satu prioritas untuk mendapatkan suara signifikan, sehingga pendekatan mereka kepada warga terbilang massif.
"Mereka antara lain mendatangi ulama-ulama dan tokoh masyarakat di sana agar mendapat dukungan," pungkasnya. (rhm)







