Jakarta, Harian Umum - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengklaim, biaya pemulihan Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Aceh pasca banjir bandang dan longsor pada pekan ketiga November 2025 diperkirakan mencapai Rp 59,25 triliun.
Hal itu ia katakan saat rapat Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan Sumatera yang digelar DPR di Aceh, Selasa (30/12/2025).
"Kalau kita melihat dari (apa yang) sudah pernah direkap waktu rapat dengan BNPB, sebagai masukan saja, bahwa kalau untuk pemulihan nanti sampai dengan selesai, diperlukan anggaran lebih kurang Rp 59,25 triliun," kata Tito dikutip dari komaps.com.
Ia merinci untuk apa saja yang sebanyak itu, yakni:
1. Pemulihan pascabencana di Aceh membutuhkan Rp 33,75 triliun
2. Pemulihan pancabencana Sumatera Utara membutuhkan Rp 12 triliun.
3. Pemulihan pascabencanabSumatera Barat Rp 13,5 triliun.
Pemulihan meliputi berbagai macam sarana infrastruktur, mulai dari kantor desa hingga sekolah yang hancur.
"Dengan meliputi berbagai macam komponen termasuk masalah kantor desa, kemudian sekolah, kemudian fasilitas kesehatan, jembatan, dan lain-lain, yaitu mungkin dikeroyok oleh seluruh K/L (kementerian/lembaga)," ujar Tito.
Tito menyaebut, dari seluruh kabupaten/kota di Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Aceh yang terdampak bencana, yang terdampak paling berat adalah Kabupaten Aceh Tamiang, sehingga distribusi bantuan dan layanan pemerintahan ke kabupaten tersebut belum optimal.
"Yang paling berat adalah (Aceh) Tamiang, karena Tamiang pemerintahannya belum berjalan efektif," ujar Tito.
Ia mengungkap, ada 52 kabupaten/kota di Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Aceh yang terdampak banjir bandang dan longsor pada November 2025, dengan rincian 18 wilayah di Aceh, 18 wilayah di Sumatera Utara, dan 16 wilayah di Sumatera Barat.
"Tapi berkat kecepatan dan juga kerja keras dari semua pihak, baik pusat maupun daerah, dan masyarakat, dan semua pihak yang terlibat, sampai saat ini kita melihat bahwa sudah banyak terjadi pemulihan," imbuh Tito.
Sebelumnya, dalam konferensi pers pemulihan dan rencana strategis pascabencana jelang akhir tahun, Senin (29/12/2025), Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengatakan, 25 kabupaten/kota terdampak bencana di Sumatera telah memasuki fase rehabilitasi dan rekonstruksi.
"Di Aceh terdapat tujuh kabupaten/kota yang sudah masuk ke fase transisi rehabilitasi dan rekonstruksi," katanya.
Sementara di Sumatera Utara, kata Pratikno, sebanyak delapan kabupaten/kota sudah masuk tahap transisi rehabilitasi dan rekonstruksi, dan di Sumatera Barat terdapat 10 kabupaten/kota yang masuk ke fase transisi rehabilitasi dan rekonstruksi.
Ia mengatakan, Presiden Prabowo Subianto telah menyampaikan bahwa seluruh sumber daya dikerahkan dalam penanganan pascabencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar.
"Sekali lagi kami tegaskan bahwa Bapak Presiden memerintahkan seluruh jajaran kementerian, lembaga, TNI, Polri, pemerintah daerah terus mengerahkan segala daya upaya untuk percepatan penanganan pasca-bencana," kata Pratikno. (man)







