Teheran, Harian Umum - Amerika Serikat (AS) semakin masif menyerang Iran setelah Presiden AS Donald Trump beberapa hari lalu mengatakan bahwa gencatan senjata antara pihaknya dengan Iran telah berakhir.
'Pejabat Iran melaporkan serangan baru AS di beberapa provinsi pada hari Jumat ini, seiring dengan perluasan operasi militer di seluruh Iran, menargetkan infrastruktur di selatan dan barat," demikian dilansir Al Mayadeen, Jumat (17/7/2026).
Asisten gubernur Lorestan melaporkan, militer AS melancarkan serangan ke kota Veysian di Iran barat, sementara Kantor Berita Mehr Iran mengabarkan terjadi beberapa ledakan di Pelabuhan Bandar Lengeh di provinsi Hormozgan selatan.
Seorang asisten gubernur Bushehr juga melaporkan bahwa serangan AS berlanjut di provinsinya, sementara televisi pemerintah Iran melaporkan bahwa satu warga sipil terluka dan fasilitas listrik serta tangki penyimpanan bahan bakar di Bandara Iranshahr rusak akibat serangan AS.
Kementerian Energi Iran juga mengumumkan bahwa serangan AS merusak jalur transmisi listrik di Bandar Abbas dan desa-desa sekitarnya, akan tetapi tim perbaikan langsung dikerahkan untuk memulihkan aliran listrik.
Serangan AS terhadap jalan dan jembatan yang melayani Pelabuhan Khomir di di provinsi Hormozgan, Iran selatan, bukan hanya merusak jalan dan jembatan itu, akan tetapi juga menewaskan 7 orang dan melukai 9 orang lainnya.
Kantor Berita Mehr juga melaporkan tewasnya sejumlah warga Iran akibat serangan AS yang menargetkan berbagai lokasi di Iran, termasuk infrastruktur sipil, fasilitas militer, dan lokasi strategis.
Secara rinci, siaran pers Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melaporkan bahwa ada tiga jembatan yang menjadi sasaran AS hari ini, yaitu Jembatan Bandar Hamir, infrastruktur vital yang menghubungkan Bender-Abbas dengan Lar.
"Selama serangan, ada kendaraan yang sedang melintas di jembatan itu, mengakibatkan setidaknya satu orang tewas dan beberapa terluka," kata IRGC.
Jembatan kedua yang dibom AS adalah Jembatan Gariveh. Serangan terhadap jembatan ini juga menewaskan setidaknya satu orang tewas dan beberapa orang lainnya luka-luka.
AS juga menyerang sebuah stasiun kereta api di sebelah barat Bandar-Abbas, tempat kereta api terhubung ke jalur penumpang dan barang pelabuhan Shahid Rajaei.
"Dua orang terluka," kata IRGC.
Rudal presisi yang ditembakkan dari jet tempur AS juga diketahui menghantam menara telekomunikasi di Bandar-Abbas, menyebabkan kerusakan pada beberapa bangunan tempat tinggal di dekatnya dan mengakibatkan kematian dan luka-luka warga sipil.
Terkait hal ini, akun X @RyanRozbiani melaporkan bahwa militer AS telah membombardir Menara Kontrol Lalu Lintas Maritim Iran di Pelabuhan Chabahar, Iran tenggara.
"Menara itu roboh setelah beberapa kali menjadi sasaran serangan," katanya.
Sementara IRGC melaporkan, rudal AS juga menghantam bandara sipil di Iranshahr, di tenggara Iran.
Pembalasan Iran
Sebelumnya, sebagaimana dilansir Fars, Iran telah mengancam akan menghancurkan infrastruktur AS di negara-negara Teluk jika infrastrukturnya diserang.
"Markas Besar Militer Pusat Khatam al-Anbiya memperingatkan pada Kamis bahwa mereka akan menyerang setiap infrastruktur AS yang tersisa di Asia Barat jika infrastruktur Iran diserang," kata Fars.
Media Iran itu kemudian melaporkan bahwa IRGC telah merilis rekaman serangan rudal selama serangan balasan untuk gelombang kedelapan, kesembilan, dan kesepuluh dalam operasi yang dinamai Operasi Nasr-2 (Kemenangan 2).
"Video itu memperlihatkan peluncuran rudal balistik Kheibar Shekan, Zolfaghar, Sejjil, dan Fateh-110 dengan target pangkalan militer AS di Yordania, Kuwait, dan Bahrain," kata Fars.
IRGC menjelaskan, gelombang kedelapan Operasi Nasr-2 menargetkan Pangkalan Udara Al-Azraq AS di Yordania.
"Rudal balistik Kheibar Shekan menghantam tempat perlindungan pesawat yang digunakan oleh pasukan AS dan pusat komando dan kendali di pangkalan tersebut," kata Fars mengutip keterangan IRGC.
Gelombang kesembilan menggabungkan serangan rudal dan drone dengan target fasilitas militer AS di Kuwait. Operasi itu menargetkan pusat komunikasi satelit, radar peringatan dini, infrastruktur militer di Pangkalan Udara Ali Al Salem, dan fasilitas militer AS di Pelabuhan Shuaiba.
Gelombang kesepuluh menargetkan Pangkalan Udara Sheikh Isa AS di Bahrain.
Menurut IRGC, serangan itu mengenai radar pengawasan udara pangkalan dan fasilitas pemompaan bahan bakar yang mendukung pesawat militer AS.
"IRGC mengatakan serangan pembalasannya akan berlanjut sebagai tanggapan atas tindakan militer AS yang terus berlanjut," kata Fars.
Akun X @FlashWireNews mengabarkan kalau IRGC juga menyerang Uni Emirat Arab.
"Sebuah sumber yang dekat dengan Ghalibaf dari Iran mengatakan, IRGC menyerang dan menghantam Pelabuhan Fujairah di Uni Emirat Arab dengan rudal, yang menyebabkan penghentian semua operasi. Ini terjadi setelah Iran memperingatkan pagi ini bahwa jalur pipa Fujairah di Uni Emirat Arab dan jalur pipa Timur-Barat di Arab Saudi akan ditutup sebagai balasan atas blokade angkatan laut AS," katanya. (man)






