Teheran, Harian Umum - Iran merudal Pusat Komando Operasi Khusus Amerika Serikat (AS) di Suriah sebagai balasan atas serangan AS yang masif ke negara itu, yang tidak hanya menargetkan infrastruktur, tapi juga barak militer tentara Iran.
"Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan bahwa mereka telah melakukan serangan mendadak terhadap Pusat Komando Operasi Khusus AS di wilayah al-Tanf, Suriah, sebagai balasan atas pembunuhan tentara Iran di barak militer di Iranshahr, Iran Selatan," demikian dikutip dari Fars, Sabtu (18/7/2026).
IRGC menjelaskan serangan yang dilakukan dalam Operasi Nasr 2 yang ke-11 itu menghancurkan sistem radar di Pusat Komando Khusus AS tersebut, dan beberapa helikopter yang diparkir di sana.
Sebelumnya, pada Rabu (15/7/2026) dinihari waktu setempat, militer AS menembakkan 13 rudal ke barak dan fasilitas akomodasi pangkalan milik Angkatan Darat Republik Islam Iran di Bampur, Iranshahr. Serangan itu menewaskan tujuh personel dan melukai 13 orang lainnya.
Dalam serangan lain, AS juga menghantam infrastruktur seperti jalan, jembatan dan pelabuhan di barat dan selatan Iran, serta menghancurkan Menara Kontrol Lalu Lintas Maritim Iran di Pelabuhan Chabahar, Iran tenggara.
Siaran pers IRGC menyebutkan, sepanjang 24 jam terakhir (Kamis hingga Jumat waktu setempat), Iran melancarkan serangan balasan ke pangkalan militer AS di tujuh negara di kawasan Teluk.
Menurut pernyataan yang dikeluarkan Angkatan Bersenjata Iran pada Jumat (17/7/2026) waktu setempat, serangan dengan rudal dan drone itu antara lain menargetkan Pangkalan Udara Ain al-Asad di Irak, Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar, markas besar Armada Kelima AS di Bahrain, pangkalan udara AS di Kuwait, dan beberapa instalasi radar di Oman.
Tak hanya itu, laporan IRGC Iran juga menyebutkan bahwa beberapa pesawat pengisian bahan bakar udara dan jet tempur milik AS dihancurkan dengan rudal balistik dan beberapa drone selama serangan balasan terhadap pangkalan AS di Yordania.
IRGC menjelaskan bahwa Yordania diserang karena menjadi negara di mana Pusat Komando atau Central Command (CENTCOM) AS bermarkas, dan di situ ada pangkalan udara tempat pesawat AS F-35, F-15, dan F-16 ditempatkan untuk menyerang Iran, plus pesawat pengisian bahan bakarnya.
Dari Yordania pula AS menyerang Palestina dan Lebanon.
IRGC menyebut, serangan ke Yordania dilakukan dalam dua gelombang dengan menggunakan beberapa rudal balistik dan sejumlah drone.
"Serangan ini mwnghancurkan beberapa pesawat tanker dan jet tempur AS, serta menimbulkan kerusakan serius pada banyak pesawat lainnya,' kata IRGC.
Kuwait juga tak luput dari serangan balasan IRGC. Dalam pernyataannya, IRGC mengklaim telah membakar pangkalan militer AS di negara itu.
"Sebagai respons pertama terhadap kejahatan militer AS yang membunuh anak-anak, pesawat tempur Angkatan Udara IRGC menargetkan radar deteksi dan pengawasan pertahanan rudal, beberapa depot senjata utama milik musuh AS, dua platform peluncuran rudal darat-ke-darat (HIMARS), dan sejumlah rudal yang disimpan untuk sistem tersebut,'" kata Humas IRGC dalam pernyataannya, dikutip dari Fars.
Humas IRGC menambahkan, serangan tersebut mengakibatkan kebakaran besar yang melanda pangkalan AS di Kuwait.
'AS sekali lagi bertindak berdasarkan khayalan bahwa Iran telah melemah, sehingga melanjutkan perang tanpa mempedulikan Nita kesepahaman yang telah ditandatangani," kata Humas IRGC lagi.
Dari pernyataan itu juga diketahui bahwa dalam serangan terbarunya, AS menyerang fasilitas sipil, personel telekomunikasi, kereta api, serta kendaraan yang lewat di jalanan Serangan itu mengakibatkan sejumlah warga sipil tewas atau terluka. (man)




