Jakarta, Harian Umum - Laksamana Brad Cooper dari Komando Pusat AS membantah klaim Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) bahwa mereka mengendalikan Selat Hormuz.
"Garda Revolusi Iran mengatakan pada Rabu bahwa mereka mengendalikan Selat Hormuz, jalur pelayaran vital untuk minyak dan gas, dan kapal apa pun yang mencoba melewati selat tersebut berisiko mengalami kerusakan akibat rudal atau drone," kata The Guardian mengutip Agence France-Presse, Rabu (4/3/2026).
Sementara kantor berita Iran, Fars, mengabarkan bahwa pejabat Angkatan Laut IRGC, Mohammad Akbarzadeh dengan tegas mengatakan bahwa Selat Hormuz berada di bawah kendali penuh pihaknya.
“Saat ini, Selat Hormuz berada di bawah kendali penuh Angkatan Laut Republik Islam,” kata Akbarzadeh.
Namun, Laksamana Brad Cooper mengatakan, saat ini tak ada satupun kapal Iran yang berlayar di Selat Hormuz, juga di Teluk Arab dan Teluk Oman, karena AS telah menenggelamkan "seluruh angkatan laut Iran" dan telah menghancurkan 17 kapal negara Islam itu.
“Selama beberapa dekade rezim Iran telah mengganggu pelayaran internasional. Saat ini tidak ada satu pun kapal Iran yang berlayar di Teluk Arab, Selat Hormuz, atau Teluk Oman,” katanya dikutip The Guardian.
Sementara Presiden AS Donald Trump mengatakan, jika perlu Angkatan Laut AS dapat mulai mengawal kapal tanker minyak yang ingin melalui Selat Hormuz.
Menurut The Guardian, Trump mengatakan hal itu sebagai salah satu upaya paling agresif untuk mencoba menahan kenaikan harga energi yang dipicu oleh perang.
Dalam pernyataannya, Laksamana Cooper juga mengatakan, serangan yang dilakukan AS pada hari pertama perang dengan Iran, Sabtu 28 Februari 2026, jumlahnya hampir dua kali lipat dari serangan "shock-and-awe" terhadap Irak pada tahun 2003.
Copper mengaku jumlah serangan itu menyasar hampir 2.000 target di Iran.
Seperti diketahui, Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran yang memasok seperlima kebutuhan minyak dunia. Sejak hari pertama serangan AS-Israel ke Iran pada tanggal 28 Februari, IRGC mengklaim telah menutup selat itu dan mengancam akan membakar semua kapal yang berniat melewatinya. (man)







