Jakarta, Harian Umum - Perang AS-Israel Vs Iran makin panas pasca serangn AS-Israel ke Iran pada tanggal 28 Februari 2025 lalu.
Perang bahkan melebar ke negara-negara tetangga Iran.
Al Jazeera melaporkan, pasukan Israel terus melancarkan serangan terhadap Teheran dan Beirut, termasuk serangan terhadap stasiun penyiaran negara Iran.
"Sementara jumlah korban tewas di Iran dan Lebanon telah melampaui 600 orang," kata media itu, Selasa (3/3/2026).
Di sisi lain, Iran terus menyerang situs-situs di seluruh Israel, dengan militer Israel melaporkan pencegatan rudal di Yerusalem Barat, Tel Aviv, dan Eilat. Sedikitnya 10 orang tewas di Israel sejak hari Sabtu (28/2/2026).
Iran juga diketahui menyerang Pangkalan Udara AS di Bahrain pada Selasa (3/3/2026) pagi ini.
"IRGC (Korps Garda Revolusi Iran) mengatakan telah melakukan "serangan drone dan rudal besar-besaran" terhadap pangkalan udara AS di wilayah Sheikh Isa, Bahrain, pagi ini," kata Al Jazeera.
Untuk serangan ini, IRGC mengerahkan 20 drone dan tiga rudal,
"Menghancurkan gedung komando dan markas utama pangkalan udara AS dan membakar tangki bahan bakarnya," klaim IRGC.
Belum ada tanggapan dari Bahrain terkait klaim ini, akan tetapi dari pernyataan otoritas Arab Saudi diketahui kalau Iran tak hanya menyerang pangkalan udara AS di Bahrain, melainkan juga kantor Kedutaan Besar (Kedubes) AS di Riyadh, Arab Saudi.
Otoritas negara itu mengatakan, dua drone menghantam Kedubes AS, menyebabkan kebakaran terbatas dan kerusakan kecil.
Di Teheran, Kantor Berita Mahasiswa Iran (ISNA) mengonfirmasi bahwa stasiun penyiaran IRIB di Teheran menjadi sasaran serangan AS dan Israel.
"Sebagian markas besar IRIB terkena serangan," kata Al Jazeera.
Meski demikian, karena sebelumnya IRIB telah melakukan "tindakan pencegahan", stasiun penyiaran itu tetap dapat beroperasi.
ISNA melalui akun X-nya juga melaporkan, bukan hanya IRIB yang menjadi target AS-Israel, kompleks pemerintahan Shahid Motahhari di dekat Jalan Vali Asr dan Imam Khomeini di pusat kota Teheran, juga menjadi sasaran pemboman AS-Israel pada Selasa pagi ini.
"Beberapa ledakan juga terdengar di pusat, utara, dan barat ibukota Teheran," imbuh ISNA.
Presiden AS Donald Trump mengatakan kampanye militer melawan Iran dapat berlangsung sekitar empat minggu, dan berjanji bahwa Washington akan melakukan apa pun yang diperlukan untuk menghancurkan kemampuan rudal dan nuklir Teheran. (man)







