Jakarta, Harian Umum-Allah Yang Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun. Dialah Dzat yang tak pelit dalam pemberian maaf. Ia disifati dengan pemberi ampunan kepada hamba-Nya.
Setiap orang membutuhkan maaf dan ampunan-Nya. Sebab kata Dia, semua anak cucu Adam pasti bikin dosa padaNya di siang dan malam. Maaf dari Dia sungguh dibutuhkan sebagaimana dia butuh kepada rahmat dan kemurahan-Nya.
Dialah lah Dzat yang memberikan janji ampunan dan maaf, bagi mereka yang datang padanya. Allah berfirman yang artinya: dan Sesungguhnya aku Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat, beriman, beramal saleh, kemudian tetap di jalan yang benar. (QS. Thaaha:82)
Maka sudah selayaknya kita memohon kepadaNya, kepad Dzat Yang Maha Pengampun agar Dia memberikan jalan untuk taubat sebenar-benar taubat.
Tujuannya jelas, yakni agar manusia bisa terbebas dari dosa-dosa. Selanjutnya bisa meninggalkan dosa itu setelah pastinya menyesali atas kesalahan dan maksiat-maksiat yang lalu.
Dari 99 asmaNya, 4 sifat diborong untuk sifat maaf, yakni Al Ghofur, Al Ghofar, Al Afuww dan At tawwab. Sesungguhnya Allah itu tuhan yang Maha Pemaaf dan mencintai maaf.(RR)
Hadits Qudsi Hari Ini
Dari Abdullah bin Umar bahwasanya Rasulullah menceritakan kepada para sahabat,
"Sesungguhnya salah seorang hamba Allah berkata, Wahai Tuhanku, hanya bagi-Mu segala puji yang layak atas kemuliaan Wajah-Mu dan keagungan kerajaan-Mu.' Ucapan ini miembuat kedua malaikat merasa sangat berat, keduanya tidak tahu bagaimana harus menuliskannya.
Keduanya lalu naik ke langit dan berkata, Wahai Tuhan kami, sesungguhnya hamba-Mu mengatakan suatu perkataan yang kami tidak tahu harus bagaimana menuliskannya? Allah bertanya-padahal sebenarnya Allah tahu apa yang dikatakan oleh hamba-Nya-'Apa yang dikatakan hamba-Ku?' Keduanya berkata, Wahai Tuhanku, sesungguhnya hamba itu mengatakan, Wahai Tuhanku, hanya bagi-Mu segala puji yang layak atas kemuliaan Wajah-Mu dan keagungan kerajaan-Mu." Allah selalu berkata kepada kedua malaikat tersebut, Tulislah oleh kalian berdua apa yang dikatakan oleh hamba-Ku itu hingga nanti ia bertemu dengan-Ku. Selanjutnya Aku yang akan memberi balasan atas apa yang diucapkannya itu."






