Jakarta, Harian Umum - Amerika Serikat ge-er alias gede rasa alias terlalu percaya diri atas kunjungan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi ke Pakistan hari ini, Sabtu (25/4/2026).
Pasalnya, atas kunjungan Araqchi itu, Washingtoni langsung mengirim utusan untuk menyusul Araqchi ke Pakistan agar dapat kembali berunding, setelah kegagalan perundingan beberapa hari lalu karena Iran tak mau hadir.
"Gedung Putih mengatakan utusan Amerika Serikat Steve Witkoff dan Jared Kushner akan melakukan perjalanan ke Islamabad, Pakistan, hari ini untuk melakukan pembicaraan dengan Iran," demikian dilansir Al Jazeera, Sabtu (25/4/2026).
Namun, sebagaimana dilansir Tasnim News Agency, Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei mengatakan, kunjungan Araqchi ke Pakistan tidak dijadwalkan untuk melakukan pertemuan dengan delegasi AS.
"Kunjungan ke Pakistan difokuskan pada upaya perdamaian regional," kata Baqaei melalui akun X-nya.
Ia menjelaskan, kunjungan ke Pakistan untuk melakukan pembicaraan resmi dengan pejabat senior Pakistan.
“Kami tiba di Islamabad, Pakistan, untuk kunjungan resmi. Menlu Araqchi akan bertemu dengan pejabat tingkat tinggi Pakistan sehubungan dengan mediasi dan upaya untuk mengakhiri perang agresi yang dipaksakan Amerika dan pemulihan perdamaian di kawasan Teluk," katanya.
“Tidak ada pertemuan yang direncanakan antara Iran dan AS. Pengamatan Iran akan disampaikan kepada Pakistan,” imbuh dia.
Sebelumnya, perundingan pada 11 April gagal karena Iran menilai, AS mengajukan permintaan yang berlebihan. Kegagalan Perundingan itu membuat AS memblokade perairan Iran untuk menekan agar Selat Hormuz yang ditutup sejak 28 Februari, dibuka.
Ketika terjadi kesepakatan gencatan senjata 10 antara Lebanon dan Israel dan Iran membuka Selat Hormuz, AS tetap memblokade perairan Iran, dan bahkan kemudian menyerang dan menyita Kapal Touska, kapal kargo Iran yang sedang berlayar di Laut Oman dengan tuduhan melanggar blokade.
Iran marah dan kembali menutup Selat Hormuz, dan bahkan menolak hadir pada perundingan kedua, sehingga delegasi AS yang telah tiba di Islamabad, pulang lagi dengan gigit jari.
Iran menegaskan, pihaknya tidak akan berunding lagi dengan AS, dan siap berperang lagi dengan AS dan Israel yang ingin menggulingkan pemerintahannya untuk diganti dengan pemerintahan boneka yang tunduk pada kedua negara itu. (man)


