Jakarta, Harian Umum - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan menghantam Iran dengan sangat keras karena tak mau menyerah tanpa syarat.
Tak hanya itu, bersama Israel, Trump juga berencana untuk memperluas cakupan target serangan mereka terhadap Iran untuk menghasilkan efek "penghancuran total".
Ancaman itu disampaikan Trump melalui akun Truth Social-nya, tak lama setelah Presiden Iran Masoud Pezeshkian memberikan pernyataan menolak tuntutan Trump untuk menyerah.
"Hari ini Iran akan dihantam sangat keras! Yang sedang dipertimbangkan secara serius untuk penghancuran total dan kematian yang pasti, karena perilaku buruk Iran, adalah daerah dan kelompok orang yang belum dipertimbangkan untuk ditargetkan hingga saat ini," kata Trump dalam unggahannya itu dikutip dari abc.net, Selasa (10/3/2026).
Seperti diberitakan sebelumnya, pernyataan Pezeshkian untuk menolak menyerah disampaikan dalam wawancara dengan televisi lokal Iran.
'Gagasan penyerahan tanpa syarat adalah mimpi yang harus dikubur oleh musuh-musuh Iran. Iran patuh terhadap hukum internasional dan prinsip-prinsip kemanusiaan fundamental, menegaskan bahwa hal-hal ini harus dihormati oleh semua bangsa," katanya.
Pernyataan serupa dikeluarkan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), yang bahkan mengatakan bahwa Iran siap bertempur dengan AS dan Israel hingga 6 bulan ke depan.
"IRGC mengatakan Iran dapat berperang secara intensif melawan Israel dan AS selama 6 bulan, dengan kecepatan seperti saat ini," kata Juru Bicara IRGC Ali Mohammad Naini, dikutip Al Jazeera dari berita Fars.
Naini mengatakan Iran sejauh ini telah menggunakan rudal "generasi pertama dan kedua", tetapi akan menggunakan "rudal jarak jauh yang lebih canggih dan jarang digunakan" dalam beberapa hari mendatang. (rhm)


