Jakarta, Harian Umum - Tim pemenangan Pasangan Calon (Paslon) Anies Baswedan-Sandiaga Uno meminta agar aparat kepolisian tetap menjaga netralitas selama Pilkada DKI Jakarta berlangsung. Demikian ditegaskan Ketua Tim Sukses Anies - Sandi, Muhammad Taufik.
"Jangan berpihaklah. Karena setelah pilkada selesai aparat tetap aparat yang bekerja digaji oleh rakyat," kata Taufik di Posko Pemenangan Anies-Sandi, Jalan Cicurug, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (20/3).
Pernyataan kubu Anies-Sandi tersebut terkait adanya panggilan dari aparat kepolisian pada cawagub Sandiaga Uno terkait kasus dugaan tindak pidana penggelapan tanah seluas 3.115 meter persegi di Curug Raya Kilometer 35 di Tangerang. Namun proses pemanggilan yang terlalu cepat menimbulkan kecurigaan kubu Anies-Sandi.
Oleh sebab itu, Taufik mempertanyakan independensi dan netralitas aparat kepolisian dalam penyelenggaraan Pilkada DKI kali ini. "Independensi dan nertralitas aparat kepolisian kita pertanyakan. Apakah sudah jadi alat kepentingan politik," tegas Taufik.
Meski begitu, Taufik mengaku Sandiaga tetap akan mengikuti proses hukum yang berlaku. "Proses sekarang dalam tahap penyelidikan bukan penyidikan makanya kita terima undangan sebagai klarifikasi," ujar Taufik.







