Teheran, Harian Umum - Angkatan Udara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengklaim telah menghancurkan sebuah pangkalan udara milik AS yang diyakini menjadi sumber serangan terhadap menara komunikasi di Sirik, Provinsi Hormozgan, Senin (1/6/2026).
IRGC tidak menyebut angkalan udara AS yang berada di negara mana yang diserang, akan tetapi diketahui bahwa menara komunikasi yang diserang AS berada di dekat Selat Hormuz.
"Angkatan Udara IRGC mengumumkan bahwa mereka telah menyerang sumber serangan terhadap menara komunikasi di Sirik, provinsi Hormozgan, dan berhasil menghancurkan semua target yang telah ditentukan sebelumnya," kata IRGC dikutip dari Fars News, Senin (1/6/2026).
Mengutip keterangan IRGC, Al Mayadeen menjelaskan bahwa target yang diserang pada Senin pagi waktu setempat adalah sebuah pangkalan udara.
"IRGC mengumumkan pada Senin pagi bahwa jet tempurnya menargetkan pangkalan udara tempat serangan terhadap menara komunikasi di Pulau Sirik di provinsi Hormozgan dilancarkan," katanya.
IRGC tidak menjelaskan pangkalan udara AS di negara mana yang diserang, akan tetapi sejumlah akun X, salah satunya @IranUpdatesNow, menyebut pangkalan itu berada di Kuwait.
"IRGC mengatakan serangan terhadap pangkalan AS di Kuwait ditujukan untuk serangan udara AS terhadap menara telekomunikasi di Pulau Sirik," katanya.
Sebelumnya, Central Command (CENTCOM) atau Komando Pusat AS mengumumkan bahwa pihaknya melakukan penyerangan je Iran dengan target radar Iran, situs komando, dan kendali untuk drone di Goruk, dan di Pulau Qeshm.
CENTCOM menyebut serangan itu sebagai "pembelaan diri", karena Iran dinilai telah melakukan "tindakan agresif Iran," termasuk dengan menembak jatuh drone MQ-1 AS yang beroperasi di atas perairan internasional.
Pada Minggu (31/5/2026), IRGC memang merilis bahwa pihaknya menembak jatuh drone MQ-1 milik AS karena memasuki wilayah Iran, dan memiliki niat jahat. Drone itu langsung terdeteksi begitu memasuki teritorial Iran, dan dicegat serta dihancurkan oleh sistem pertahanan udara Iran. Drone MQ-1 milik militer AS diketahui sebagai model yang umum digunakan untuk misi pengawasan dan serangan. (man)


