Jakarta, Harian Umum - Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono berharap perusahaan swasta di Ibu Kota bersedia menerapkan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) saat KTT ASEAN 2023 berlangsung pada 5-7 September 2023 guna mendukung kelancaran rangkaian kegiatan konferensi tingkat regional itu, dan juga mobilitas delegasi negara-negara peserta.
"Jadi, ini panggilan negara, lho, pengorbanan. Dibilang untung atau enggak, yang mau untung ya silakan. Yang mau mengorbankan diri demi NKRI, ya kami apresiasi," ujar Heru di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (23/8/2023).
Heru dan jajarannya berencana mengajak asosiasi perusahaan dan pengusaha di Jakarta untuk bertemu pada Kamis (24/8/2023). Ia hendak melobi pihak swasta agar bersedia menerapkan WFH 75 persen selama KTT ASEAN berlangsung.
"Saya tidak minta (memaksa) untuk mereka WFH, karena berbagai macam kegiatan ekonomi yang ukurannya adalah mereka sendiri yang tahu, tapi saya sudah sampaikan ke pihak swasta untuk menyesuaikan dengan kondisi, kemampuan dan aktivitas swasta masing-masing. Ya seyogyanya turut membantu melancarkan KTT ASEAN," katanya.
Seperti diketahui, sejak Senin (21/8/2023) Heru telah me-WFH-kan ASN DKI dengan alasan untuk mengatasi buruknya kualitas udara di Jakarta, serta memberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi siswa yang sekolahnya berada di dekat lokasi penyelenggaraan KTT.
Kebijakan ini dikritik banyak kalangan, termasuk dari aktivis senior Jakarta, Sugiyanto Aktivis yang akrab disapa SGY itu bahkan meminta Heru menghentikan WFH dan PJJ karena selain tak menyentuh akar permasalahan yang menyebankan kemacetan dan buruknya kualitas udara Jakarta, juga karena kebijakan itu tak ada payung hukumnya. (man)







